32 Nakes Positif, Layanan Puskesmas Rasabou Dialihkan

Maman, H. Mokh Syaiun HAZ. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 32 orang tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Rasabou Kecamatan Huu terkonfirmasi positif Covid-19. Informasi nakes positif Covid-19 baru diketahui, Selasa, 3 November 2020, namun penutupan layanan di Puskesmas Rasabou Huu dilakukan sejak Kamis, 29 Oktober 2020 setelah pengambilan swab sehari sebelumnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Rabu, 4 November 2020 mengaku, penutupan layanan di Puskesmas Rasabou Huu dilakukan sejak Kamis, 29 Oktober 2020 lalu atau sehari setelah pengambilan sampel lendir terhadap tenaga kesehatan di Puskesmas Rasabou. Karena pasca pengambilan uji swab, nakes di Puskesmas Rasabou langsung diminta melakukan isolasi mandiri hingga hasil swab keluar. “Hasilnya (Selasa,3 November 2020) kemarin kita tahu, tapi terlambat keluar sehingga belum dirilis tadi malam. Mungkin nanti Rabu, 4 November 2020) malam akan dirilis,” kata Maman.

Iklan

Sejak penutupan layanan di Puskesmas Rasabou, pelayanan kesehatan dialihkan ke Polindes dan Pustu yang ada di Huu. Namun 32 orang naskes yang dinyatakan positif Covid-19 ini termasuk orang tanpa gejala (OTG) dan saat ini sedang menjalani isolasi di RS lapangan Sanggilo Dompu. “Mereka mulai isolasi kemarin sore hingga malam. Mereka hanya melanjutkan 5 hari di Sanggilo, karena mereka sudah diawali isolasi mandiri,” kata Maman.

Kini sebanyak 35 orang pasien positif Covid-19 di Dompu. Sebanyak 32 orang pegawan Puskesmas Rasabou Huu dirawat dan diisolasi di RS Lapangan Sanggilo Dompu, 2 orang warga Dompu dengan gejala dirawat di RSU Dompu, dan 1 orang di RSU Kota Mataram. “Semua (kasus positif Covid-19) 263 orang, yang meninggal 10 orang,” ungkapnya.

Kasus positif Covid-19 maupun yang meninggal dalam kondisi positif Covid-19 yang masih cukup tinggi serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan Covid-19, membuat Kabupaten Dompu masih dalam zona oranye penyebaran Covid-19.

Kasat Pol PP Kabupaten Dompu, H. Mokh Syaiun HAZ, SH yang dikonfirmasi mengaku, butuh kesadaran bersama untuk mencegah penyebaran Covid-19. Upaya operasi yustisi yang dilakukan pihaknya bersama jajaran Kepolisian selama ini rupanya belum efektif menekan penyebaran Covid-19. “Ini mungkin karena masih bebasnya kegiatan sosial kemasyarakat yang menghadirkan orang banyak. Ini yang menjadi perhatian kedepan, seperti yang sudah diingatkan tim gugus Covid-19 Kabupaten ke Desa dan Lurah,” katanya.

Ia juga mengakui, operasi yustisi di Dompu selama ini masih dipimpin jajaran kepolisian dan pihaknya hanya mengikuti Kepolisian. Sejatinya, operasi Yustisi ini dipimpin Pol PP dan jajaran kepolisian serta TNI yang membek up operasi. “Ini yang akan kita perbaiki kedepan,” ungkapnya. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional