30 Jukir Liar Ditemukan Tim Penertiban Dishubkominfo

Mataram (suarantb.com) – Selama tiga kali penertiban parkir oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Mataram, ditemukan banyak lokasi potensial untuk menarik retribusi parkir. Namun hingga saat ini, titik-titik potensial tersebut belum tercatat sebagai titik parkir resmi di Dishubkominfo Kota Mataram. Juru parkir (jukir) yang beroperasi di lokasi-lokasi tersebut pun masih tergolong jukir liar.

Dari data yang diperoleh Dishubkominfo Kota Mataram, lebih dari 30 jukir liar ditemukan di wilayah Kecamatan Sekarbela, Ampenan dan Mataram. Kepala Bidang Pengendalian, Operasional dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, hasil interogasi dengan jukir-jukir liar tersebut menunjukkan bahwa titik-titik parkir tempat mangkalnya jukir liar tersebut memiliki potensi besar.

Iklan

“Titik-titik tersebut, setelah kita interogasi dan lihat tempatnya ternyata sangat potensial untuk retribusi parkir ini,” tuturnya,

Oleh karena itu, Dishubkominfo telah melakukan tindak lanjut terhadap area retribusi potensial yang ditemukan selama penertiban. Jukir-jukir yang masih tergolong liar, telah dipanggil ke Kantor Dishubkominfo untuk didata dan didaftarkan sebagai jukir resmi. Untuk berikutnya, jukir-jukir tersebut akan diberikan pembinaan oleh Dishubkominfo, dan dilakukan perhitungan mengenai jumlah setoran parkir di setiap titik.

Keberadaan parkir liar tersebut akibat belum sinkronnya hubungan petugas parkir atau jukir di lapangan dengan petugas keamanan Dishubkominfo setempat. Oleh karena itu, dalam kesempatan penertiban selama dua bulan ini, Dishubkominfo melakukan upaya memaksimalkan retribusi parkir untuk meningkatkan target retribusi parkir di tahun berikutnya.

Selain permasalahan jukir liar, beberapa pelanggaran perparkiran pun banyak ditemukan di lapangan selama penertiban. Banyak jukir resmi yang tidak menerapkan karcis parkir. Bahkan sebagian besar jukir pembantu yang ada di bawah jukir utama tidak menggunakan karcis. Hal ini karena pendistribusian karcis parkir terputus di tangan jukir resmi.

“Banyak jukir resmi yang tidak memberikan karcis kepada jukir-jukir di bawahnya. Distribusinya terputus di dia,” ungkap Mahfuddin. Untuk itu, Dishubkominfo bekerja sama dengan kolektor kecamatan mengatasi permasalahan tersebut. Melalui kolektor kecamatan, setiap jukir utama maupun jukir pembantu diberikan karcis.

Selama dua bulan penyisiran titik parkir ini, Dishubkominfo mengupayakan penertiban tuntas di semua ruas jalan yang ada di Kota Mataram hingga akhir Desember 2016. Sementara ini, di semua ruas jalan yang telah ditertibkan, aktivitas perparkiran terus diupayakan tetap tertib dan dipantau tim yang ditugaskan melakukan pendataan dan inventarisasi. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here