3.650 CPNS Lulus ‘’Passing Grade’’, Pemprov Tunggu Penetapan Panselnas

Raisah. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Lulus passing grade atau nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tak menjamin peserta langsung lolos menjadi CPNS. Pasalnya, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) akan melakukan perangkingan tiga besar pelamar untuk masing-masing formasi yang lulus passing grade untuk menentukan mereka yang berhak ikut Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Kepala Bidang Mutasi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Raisah, SE, MM yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 20 Februari 2020 menyebutkan, dari 7.702 peserta tes SKD CPNS Pemprov NTB, sebanyak 3.650 pelamar yang memenuhi passing grade dan 3.450 pelamar yang tidak memenuhi passing grade.

Iklan

Dari 7.702 peserta yang berhak ikut SKD, sebanyak 7.100 orang yang hadir mengikuti tes. Sementara 602 pelamar tak hadir mengikuti SKD. Secara keseluruhan, kata Raisah, pelamar yang memenuhi passing grade dalam rekrutmen CPNS Pemprov NTB tahun 2019 sebesar 51,41 persen. ‘’Nilai SKD tertinggi 433 dan terendah 95,’’ sebutnya.

Raisah mengatakan, hasil SKD rekrutmen CPNS Pemprov NTB tahun 2019 telah disampaikan ke Panselnas. Selanjutnya, Pemprov akan menunggu pelamar yang berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yakni SKB yang direncanakan dilaksanakan pada Maret mendatang.

‘’Itu belum dirangking yang tiga besar masing-masing formasi.  Kita menunggu keputusan Panselnas. Hasil SKD itu nanti ada perangkingan untuk pelamar yang berhak ikut SKB,’’ terangnya.

Melihat hasil SKD, kata Raisah, ada beberapa formasi yang tidak ada pelamarnya memenuhi passing grade. Sehingga formasi yang tak terisi kemungkinan akan bertambah. ‘’Katanya kemarin ada formasi yang kosong. Lagi diolah datanya,’’ katanya.

Sebelumnya, BKD NTB mencatat sebanyak 36 formasi CPNS Pemprov NTB tahun 2019 dipastikan tak terisi. Pasalnya, dari 414 formasi yang diperoleh dalam rekrutmen CPNS 2019, hanya 378 formasi yang ada pelamarnya dan berhak ikut SKD.

Untuk formasi tenaga pendidikan sebanyak 14 formasi yang dipastikan tak terisi. Kemudian untuk formasi tenaga kesehatan sebanyak 22 formasi. Untuk formasi tenaga kependidikan, sebanyak satu formasi guru nautika kapal niaga di SMKN 1 Alas.

Sebenarnya, kata Raisah, untuk formasi ini ada tiga orang pelamar yang mendaftar, tetapi mereka tidak lolos dalam seleksi administrasi. Sehingga tidak berhak untuk ikut pada tahap tes SKD. Begitu juga satu formasi guru TIK di SMAN 2 Bayan, ada tiga pelamar yang mendaftar. Tetapi semuanya tidak lolos dalam seleksi administrasi, sehingga tak berhak ikut tes SKD.

Sedangkan formasi lainnya tidak ada pelamar. Sehingga otomatis formasi tersebut tak akan terisi. Seperti 6 formasi guru prakarya dan kewirausahaan. Masing-masing satu formasi di SMAN 1 Labangka, SMAN 1 Moyo Utara, SMAN 1 Lape, SMKN 1 Lenangguar, SMKN 1 Plampang dan SMKN 1 Monta.  Kemudian 4 formasi guru SLB yang tidak ada pelamar, masing-masing satu formasi di SLBN 2 Lotim, SLBN 2 Lobar, SLBN 1 Sumbawa, SLBN 1 Mataram yang tidak ada pelamarnya.

Sedangkan 22 formasi tenaga kesehatan yang dipastikan lowong karena tak ada pelamarnya, yakni satu formasi dokter gigi di RS. H. L. Manambai, 2 formasi dokter spesialis anak, masing-masing satu formasi di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai.

Kemudian, masing-masing satu formasi dokter spesialis anestesi di Dinas Kesehatan NTB, dokter spesialis bedah, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis kandungan. Kemudian dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata, dokter spesialis paru dan dokter spesialis patologi dan anatomi di RS. HL. Manambai.

Selanjutnya, formasi dokter spesialis penyakit dalam di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi di RS. HL. Manambai dan RS Mata NTB, dokter spesialis rehab medik di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis saraf di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai, dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi dan psikologi klinis di RS. HL. Manambai. Dan terakhir satu formasi psikologi klinis di RSJ Mutiara Sukma. (nas)