3.000 Wajib E-KTP Belum Lakukan Perekaman di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Kadis Dukcapil Kabupaten Dompu, Dra. Ratnasari menyebutkan dari 148.388 orang wajib E-KTPektronik yang ada, sudah 145.70 orang melakukan perekaman atau sekitar 98 persen. Tersisa 3 ribu orang atau sekitar dua persen yang belum sama sekali merekam dan terancam tidak memiliki hak pilih pada Pilkada 2018 mendatang.

“Sisanya tinggal 3 ribu atau dua persen dari jumlah wajib E-KTP,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin, 2 Oktober 2017.

Sementara itu, dari jumlah wajib KTP yang merekam belum tercetak pihaknya sebanyak 10.120 orang. Sedang persediaan blangko saat ini hanya 6 ribu keping. Dipastikan para pemohon tersebut akan dicetakan sesuai kebutuhan yang ada, juga tergantung distribusi belangko dari pemerintah pusat.

Dan untuk ribuan wajib E-KTP yang belum merekam diharapkan segera melakukan perekaman. Meski tidak langsung dicetak Disdukcapil telah menyediakan Suket (surat keterangan) untuk memperoleh hak pilih pada pilkada 2018 mendatang.

“Yang wajib KTP yang akan jadi pemilih kan belum penyerahan DP IV ini pasti akan tambah lagi wajib KTP-nya. Kita upayakan dapat ktp tapi kita juga sediakan suket sebagai hak pilih,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyaknya masyarakat yang belum melakukan perekaman dikarenakan beberapa hal, diantaranya, baru menginjak usia wajib KTP, keluar daerah dan berbagai hambatan lainya. Menyikapi itu, lanjut Ratnasari, disamping perekaman reguler pihaknya tetap turun lapangan untuk mengajak masyarakat segera melakukan perekaman. Dan saat ini pihaknya diminta untuk memprioritaskan perekaman KTP usia 0-18 tahun.

“Sekarang banyak yang ngurus akta anak-anaknya, nah saya sempatkan juga orang tuanya itu memiliki E-KTP, karena dulu kan ada pemahaman orang ada KTP seumur hidup. Sehingga kita paksakan untuk melakukan perekaman sebagai persyaratan untuk menerbitkan akte,” ujarnya.

Berdasarkan target nasional pihaknya juga ditutut untuk 100 persen tuntas melakukan perekaman pada Tahun 2017 ini. Dan sebetulnya, Kabupaten Dompu menempati urutan pertama terkait capaian perekaman, hanya saja terus bertambahnya jumlah wajib KTP membuat pihaknya tertinggal dari Kota Mataram dan Bima.

“Untuk NTB tertinggi Kota Mataram, Kota Bima kemudian disusul Dompu,” pungkasnya. (jun)