29 Kapal Pesiar Batal Sandar di Gili Mas

Kapal pesiar bersandar di pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, beberapa waktu lalu.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 29 kapal pesiar mengkonfirmasi pembatalan jadwal sandarnya di Pelabuhan Internasional Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Pembatalan dilakukan kaitannya dengan pandemi Covid-19.

Informasi pembatalan jadwal sandar kapal pesiar ini disampaikan General Manajer Pelindo III Cabang Lembar, Baharuddin kepada Suara NTB, Senin, 13 Juli 2020 kemarin.

Iklan

Tahun 2020 ini, kata Baharuddin, ada 40 kapal pesiar yang dijadwalkan masuk. Enam diantaranya sudah sandar membawa wisatawan sejak Januari hingga Maret 2020. Sedangkan lima jadwal sandar kapal pesiar sejauh ini masih tetap sesuai rencana (membatalkan). Dan 29 sudah menyatakan batal. “Lima itu ada dari Singapura, Australia, Asia,” sebutnya.

Pelindo III masih optimis, lima kapal yang akan masuk ini akan sandar minimal di triwulan IV 2020 ini. Baharuddin juga meyakinkan, Pelindo III tetap mengikuti standar/protokol kesehatan yang berlaku dalam penerimaan wisawatan yang dibawa kapal pesiar. Dipelabuhan, standar-standar tersebut menurutnya sudah biasa diberlakukan.

Termasuk standar Covid-19. Sebelum penumpang turun, dicek suhu badan, diperiksa kesehatannya secara ketat. Mengacu pada standar gugus Covid. Sehingga, masyarakat tak perlu khawatir dengan kedatangan para wisatawan nantinya. Satu kapal berkapasitas 1.500 penumpang sampai 2.500 wisatawan.

Ada juga yang meminta informasi kepada Pelindo III terakit memungkinkan atau tidaknya Pelabuhan Gili Mas disandari kapal pariwisata sepanjang 300 meter. “Kami siap walaupun 300 meter panjang kapalnya. Mereka sudah tanya kemampuan dermaga kita. Kapasitas kapalnya bisa sampai 5.000 wisatawan,” jelas Baharuddin.

Baharuddin meyakinkan pelabuhan sudah siap seratus persen. Dermaga, terminal, areal parkir. Pelabuhan ini selain akan disandari kapal-kapal cruise, juga dihajatkan untuk memfasilitasi kegiatan ekspor langsung dari NTB menggunakan jalur laut. “Kami sudah siap, apa yang mau diekspor. Kalau Pemda sudah ada rencana mau mengekspor, mudah-mudahan, kita dukung. Karena kita sudah siap,” demikian Baharuddin. (bul)

  Semua Kegiatan Pariwisata di Mataram Ditunda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here