28.700 Hektar Perikanan Budidaya Terdampak Kenaikan Harga Pakan

Sasi Rustandi dan jajaran di Dinas Kelautan Perikanan NTB saat mengunjungi KUBE Permata Pringgarata, Lombok Tengah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Harga pakan ikan mengalami kenaikan, setelah corona mewabah. Sebanyak  28.700 hektar, lahan perikanan budidaya yang ikut terdampak. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Lalu. Hamdi, M.Si melalui Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Ir. Sasi Rustandi, M.Si mengatakan harga ikan dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.

Covid-19 telah mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah tentunya berdampak pada kenaikan harga-harga komoditas impor yang dibayar dengan standar Dolar AS. “Salah satu komponen produksi pakan ikan adalah tepung ikan yang masih diimpor. Ketika harga Dolar AS menguat dibanding rupiah, otomatis harga tepung ikan juga ikut naik. Ongkos produksi menjadi lebih mahal,” kata Sasi kepada Suara NTB, Rabu, 15 April 2020.

Iklan

Harga pakan mengalami kenaikan sebesar Rp6.000/zak (30 Kg). Harga kenaikan ini dipandang cukup tinggi. 28.700 hektar perikanan budidaya yang disebut Sasi ikut terpengaruh, terbagi  18.000 hektar untuk budidaya perikanan laut. Didalamnya, budidaya ikan kerapu, bawal bintang, termasuk lobster. 8.000 hektar perikanan budidaya air payau.

Diantaranya untuk budidaya udang vannamei, ikan bandeng. Dan 2.700 hektar ikan budidaya air tawar. Diantaranya jenis ikan nila, lele, karper, gurami. Selain Covid-19 mempengaruhi harga pakan ikan, permintaan ikan juga mengalami. Apalagi untuk ikan yang diekspor. Sejumlah negara tujuan ekspor ikan mengurangi permintaan. Eksportir ikan yang ada di Jakarta, Bali telah kelebihan tampungan stok di cold storagenya.

Cold storagenya sudah penuh. Semenatara ekspor permintaannya sangat terbatas. Akibatnya, permintaan dari pembudidaya yang di NTB juga terpengaruh,” kata Sasi. Ditengah pengurangan permintaan ini, Kementerian Kelautan Perikanan mendorong agar pasar lokal ditingkatkan. Agar perikanan budidaya di petani dapat diselamatkan.

Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan memiliki program pasar online. Harapannya, perikanan budidaya lokal, termasuk di dalam daftar produk yang disediakan. “Supaya hasil budidaya yang ada bisa diserap. Setidaknya oleh masyarakat lokal,” demikian Sasi.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB tengah berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perikanan di kabupaten/kota untuk mendata jumlah pasti yang terdampak. Baik lahan, maupun individunya. Harapannya, pembudiaya perikanan yang terdampak ini juga akan masuk pada program Jaring Pengaman Sosial (JPS). (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional