277 Lingkungan di Mataram Zona Hijau Covid-19

H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Penularan kasus covid-19 di Kota Mataram melandai. Sejumlah 277 lingkungan masuk kategori zona hijau. Penyebaran virus varian baru perlu diantispasi. Penguatan melalui program penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro perlu keterlibatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menyampaikan, berdasarkan data perkembangan kasus Covid-19, Kota Mataram masuk kategori zona orange. Dengan jumlah kasus positif yang masih menjalani isolasi 160 orang. Jika melihat dari jumlah wilayah dari 325 lingkungan hanya 44 lingkungan ditemukan kasus positif. Sedangkan, 277 lingkungan lainnya masuk zona hijau. “Alhamdulillah, kalau berdasarkan data 277 lingkungan zona hijau atau tidak ditemukan kasus. Mudah – mudahan tidak ada kasus lagi,” kata Usman dikonfirmasi, Kamis, 17 Juni 2021.

Iklan

Secara persentase 75 lingkungan ditetapkan berdasarkan keputusan menteri dalam negeri. Kategori dikatakan zona hijau, kuning, orang dan merah apabila ditemukan kasus. Misalnya, penemuan kasus positif lebih dari lima dikategorikan zona merah dan seterusnya.

Usman menegaskan, 277 lingkungan tersebut perlu dilakukan penguatan. Penguatan dimaksud melalui penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Efektivitas program ini diyakini mampu menekan penularan. Dengan catatan seluruh masyarakat maupun stakeholder lainnya berperan aktif melawan pandemi tersebut. “Iya, kunci itu tadi PPKM skala mikro harus dijalakan dengan baik,” pungkasnya.

Kaitannya dengan varian baru Covid-19 dikabarkan mulai masuk ke Indonesia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, tidak ada varian baru Covid-19 yang masuk ke NTB. Kendati demikian, pihaknya tetap mewaspadai seluruh pelaku perjalanan,terutama para Pekerja Migran Indonesia (PMI). PMI pulang dari negara penempatan harus menjalani standar operasional prosedru. Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram menjemput dan membawa PMI ke Wisma Nusantara.

“Kita langsung cek kesehatan dan swab. Setelah lima hari di karantina di swab lagi. Kalau negative kita persilahkan pulang,” jelasnya. Di samping itu, pelaku perjalanan domestik juga harus diantisipasi,terutama pendatang berasal dari Jakarta. Mobilitas tinggi dikhawatirkan menjadi penyebab penularan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional