27,23 Persen Penyalahguna Narkoba Pemuda Berusia Produktif

Mataram (Suara NTB) – Jumlah penyalahguna narkoba di NTB hingga kini mencapai angka 55 ribu orang. Dari jumlah itu, sekitar 27,23 persen di antaranya berasal dari kalangan pemuda dan mahasiswa berusia produktif.

Kepada Suara NTB, Kasi Pencegahan dan Pembinaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Irfan, S.Sos., mengungkapkan kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi pertumbuhan dan perkembangan generasi muda NTB.

Iklan

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba hampir merata di NTB. Tidak ada satu daerah mendominasi daerah yang lain. Pola penyalahguna dan peredaran tiap daerah juga berbeda. Namun intinya, kata dia, NTB sudah benar-benar darurat narkoba.

“Kita tidak bisa wilayah per wilayah, kami katakan darurat narkoba hampir semuanya sudah terkontaminasi dengan narkoba. Mereka tidak mengenal dusun, kota semua terkontaminasi. Artinya apa? semua sudah darurat narkoba,”  urai Irfan belum lama ini.

Sama dengan jumlah penyalahguna narkoba secara nasional, pemuda berusia produktif yang menjadi penyalahguna narkoba juga mencapai angka 27 persen lebih penyalahguna narkoba. Menurutnya, narkoba tidak mengenal umur. Dari temuan BNNP NTB, ada penyalahguna narkoba yang usia 10 tahun, ada juga yang berusia15-16 tahun, usia 17-19 tahun yang bermasalah dengan narkoba.

“Kita katakan di wilayah wisata banyak, kita katakan maaf di pusat kota di luar daerah pariwisata juga banyak. Sekali lagi kami tidak bisa mengatakan daerah tertentu banyak narkoba. Ini meluas, persoalan banyak dan sedikitnya yang kita mau tangani penanganan masalah narkobanya secara intensif,” imbuhnya.

Meski diakui, penyalahgunaan narkoba di daerah destinasi pariwisata potensinya jauh lebih banyak, terlebih di daerah-daerah yang memiliki pulau-pulau kecil seperti Gili. Sehingga nantinya ada treatment yang berbeda bagi tiap daerah bagi di tempat-tempat wisata dan di luar wisata. (dys)