27. 843 Jiwa Terdampak, Kabupaten Bima Siaga Darurat Kekeringan

Ilustrasi kekeringan di NTB. (Suara NTB/dok)

Bima (Suara NTB) – Kabupaten Bima ditetapkan berstatus siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya warga kena dampak. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, tercatat ada sebanyak 27. 843 jiwa yang terdampak.

Penetapan status ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bima, tentang penetapan status keadaan siaga darurat penanganan kekeringan di wilayah Kabupaten Bima tahun 2020 dengan nomor : 188.45/435/06.23 Tahun 2020.

Iklan

“Penetapan status ini berlansung selama 85 hari yang terhitung sejak 8 Juni sampai dengan 31 Agustus 2020,” kata Kepala BPBD Kabupeten Bima melalui Kasubid Kedaruratan dan Logistik, Bambang Hermawan S.Sos, Rabu, 29 Juli 2020.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, waktu penetapan 85 hari tersebut, bisa saja diperpendek atau diperpanjang. Hal itu kata dia, akan disesuikan dengan kebutuhan penanganan darurat bencana di lapangan.

“Status ini tergantung waktu penanganannya di lapangan. Bisa saja diperpanjang dan kemungikan diperpendek,” katanya.

Ia menyebutkan, bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Bima di 36 Desa yang tersebar 10 Kecamatan, dengan jumlah yang terkena dampak yakni sebanyak 5.625 Kepala Keluarga (KK). “Totalnya ada 27. 843 jiwa yang terdampak bencana kekeringan ini,” katanya.

Ia mengaku wilayah di Kabupaten Bima yang setiap tahun mengalami bencana kekeringan seperti Samili, Kalampa dan Waduwani Kecamatan Woha. Kemudian Bre dan Belo Kecamatan Palibelo. “Kemudian Desa Sanolo dan Rada Kecamatan Bolo, Desa Bajo dan Kananta Kecamatan Soromandi,” katanya.

Bambang mengaku hingga saat ini pihaknya terus mendistribusikan dan menyalurkan kebutuhan air bersih ke desa-desa yang terkena kekeringan tersebut sebagai upaya penanganan. “Upaya penanganan kekeringan yang kita lakukan mendistribusikan air bersih sebanyak 5.000 liter perdesa,” ujarnya.

Selain itu tambah dia, penetapan status siaga kekeringan tersebut juga telah dilaporkan kepada BPBD Provinsi NTB, dengan harapan agar memproyeksikan kebutuhan penanganan kekeringan jangka pendek dan panjang. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here