265 Nakes Direkrut untuk MotoGP 2021

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Pemprov NTB memastikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional Mandalika tuntas Desember mendatang. Untuk melengkapi fasilitas, alat kesehatan, pembangunan taman dan pagar, Pemprov NTB mengajukan anggaran sekitar Rp63,5 miliar ke Pemerintah Pusat pada 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A yang dikonfirmasi akhir pekan kemarin mengatakan, progres pembangunan RS Internasional Mandalika saat ini sudah mencapai 70 persen. Proyek dengan pagu Rp45 miliar lebih tersebut akan tuntas dibangun pada Desember mendatang sesuai dengan kontrak.

‘’70 persen progres pembangunannya sekarang. Kontraknya sampai Desember nanti. Mereka (kontraktor) kerjanya sampai jam 12 malam. Tiga shift mereka bekerja setiap hari untuk mengejar target sampai Desember nanti,’’ terang Eka.

Ia mengatakan, pada tahun ini hanya pembangunan gedungnya. Sedangkan untuk fasilitasnya dilakukan tahun depan, seperti pengadaan Alkes, pembangunan lanskap dan pagar. ‘’Yang kita ajukan Rp63,5 miliar. Sudah termasuk lanskap, pagar, dan alat-alat kesehatan,’’ ujarnya.

Eka menjelaskan, pembangunan RS memang tidak bisa dalam satu tahun anggaran, tetapi bertahap. Ia mencontohkan seperti pembangunan RS Awet Muda Narmada, tiga tahun baru selesai. Namun, karena RS Internasional Mandalika sangat dibutuhkan dalam mendukung gelaran MotoGP 2021, maka Pemprov meminta ada perhatian khusus ke Pemerintah Pusat.

Supaya, tahun 2021 sudah siap digunakan. Apalagi, dalam gelaran MotoGP 2021 diperkirakan akan hadir 150.000 penonton. Sehingga keberadaan RS ini sangat dibutuhkan.

Sementara, untuk kesiapan tenaga kesehatan (nakes) telah direkrut sebanyak 265 orang dokter dan perawat. Terdiri dari 100 dokter dan 100 perawat untuk medical station. Kemudian, ada 15 dokter dan 50 perawat ambulance yang langsung punya akses ke sirkuit.

‘’Jadi ada ada 265 orang. Itu sudah direkrut, rencana Februari dilatih. Mereka yang dilatih ini menjadi komandan untuk yang lain-lain. Karena di samping itu ada tenaga Puskesmas juga banyak kita terjunkan. Tapi komandannya anak-anak yang sudah dilatih 265 orang ini,’’ terangnya.

Sebanyak 265 nakes tersebut ada yang merupakan ASN dan non-ASN. Mereka  bertugas pada saat pelaksanaan event MotoGP saja. ‘’Setelah itu kembali ke tempat masing-masing. Tapi kita diuntungkan, mereka dilatih khusus. Mereka punya kelebihan yang bisa dimanfaatkan di tempat kerja yang lain,’’ tandasnya. (nas)