261 Km Ruas Jalan di Loteng Rusak

Kondisi ruas jalan Plambik - Serage saat ini masih rusak parah. Saat ini 32,3 persen atau 261 km ruas jalan kabupaten di Loteng masih rusak.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Kondisi ruas jalan kabupaten di Lombok Tengah (Loteng) saat ini masih banyak yang rusak. Dari total 809 km panjang ruas jalan kabupaten di daerah ini, sekitar 261 km di antaranya masih dalam kondisi rusak.

Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Firman Wijaya kepada Suara NTB, Rabu, 12 Agustus 2020 mengatakan, untuk perbaikan ruas jalan rusak tersebut diperlukan waktu setidaknya 15 tahun kedepan. “Kalau bicara prosentase, total panjang ruas jalan kabupaten yang butuh penanganan sekitar 32,3 persen,” sebutnya. Dibutuhkan anggaran perbaikan paling tidak Rp250 sampai Rp300 miliar.

Iklan

Itu hanya untuk perbaikan ruas jalan yang rusak saja. Hal itu berdasarkan kemampuan dan ketersedian anggaran perbaikan jalan setiap tahunnya. Di mana dalam satu tahun, pemerintah daerah hanya mampu memperbaiki jalan antara 10-20 km.

Belum termasuk anggaran pemeliharaan ruas-ruas jalan yang sudah dalam kondisi mantap. Mengingat, bukan hanya ruas jalan rusak saja yang butuh penanganan. Ruas jalan yang sudah dalam kondisi mantap pun tetap harus diperlihara. Jangan sampai rusak, sehingga bisa menambah beban anggaran perbaikan jalan.

“Jalan-jalan yang kondisinya masih mantap saat ini juga butuh perhatian dan pemeliharaan. Supaya bisa berumur lebih panjang. Jika tidak dipelihara, akan cepat rusak dan pastikan akan semakin menambah beban anggaran perbaikan jalan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut Firman mengatakan, sebelum penambahan ruas jalan kabupaten prosentase jalan kabupaten yang dalam kondisi mantap di Loteng cukup tinggi, di atas 70 persen. Tapi karena ada penambahan ruas jalan kabupaten, prosentase ruas jalan yang dalam kondisi mantap sekitar 60 persen.

Karena dari 39 ruas jalan desa yang naik status menjadi jalan kabupaten, baru sekitar 6 ruas jalan saja yang sudah ditangani. Sisanya sebanyak 33 ruas jalan lainnya belum ditangani. Ditambah lagi ruas jalan kabupaten lainnya. “Dari 39 ruas jalan tersebut, ada tambahan sekitar 113 km jalan. Sehingga panjang ruas jalan kabupaten yang sebelumnya 696 km menjadi 809 km,” tambah Firman.

Firman menambahkan, untuk standar kebutuhan anggaran perbaikan jalan antara Rp1,5 sampai Rp2 miliar per Km. Jika ditambah asesoris jalan yang lain, butuh anggaran minimal Rp2,5 sampai Rp3 miliar per km. Mengingat, kondisi tanah di Loteng berbeda. Sehingga butuh penanganan yang berbeda-beda pula.

“Untuk memperbaiki ruas jalan rusak, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan anggaran daerah saja. Peluang-peluang pembiayaan yang bersumber dari anggaran provinsi hingga pusat juga tetap diupayakan,” pungkasnya. Meski sampai sejauh ini belum bisa maksimal, memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here