26 Ponpes dari NTB Ikuti Liga Santri Nusantara

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 26 pondok pesantren (ponpes) asal NTB akan mengikuti Liga Santri Nusantara yang akan dilaksanakan tanggal 18-29 Agustus 2016 mendatang. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti 12 ponpes.

Demikian hasil wawancara suarantb.com dengan Ketua Panitia Liga Santri Nusantara Regional NTB I, Mohamad Hirjan, Selasa, 16 Agustus 2016. “Kami sebenarnya mengundang sekitar 32 ponpes, tapi yang sudah mendaftar ulang dan ambil lot itu 26 ponpes. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, hanya 12 ponpes,” jelasnya.

Iklan

Untuk mengikuti Liga Santri Nusantara, para peserta tidak dikenai biaya pendaftaran. Karena menurut Hirjan, acara ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi. Kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan RMI NU (Asosiasi Pondok Pesantren NU). “Tujuannya sebagai ajang silaturahmi dan melatih bakat olahraga para santri,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, kesan pondok pesantren yang hanya fokus pada pembelajaran tentang agama dan mengabaikan prestasi di bidang olahraga ingin diluruskan. “Selama ini kan kita berpikir santri dididik untuk jadi ustadz, liga ini ingin menunjukkan bahwa bakat yang dimiliki santri dalam bidang non akademik juga diperhatikan. Selain itu, ini juga ajang promosi gerakan Ayo Mondok,” jelasnya.

Liga Santri Nusantara ini akan dibuka pada tanggal 18 Agustus berlokasi di Lapangan Dirgantara Rembiga. Setelah pembukaan, pertandingan akan langsung dimulai. “Insya Allah akan dibuka oleh Sekjen PBNU dan Pemprov NTB,” tambahnya.

Liga ini dilaksanakan sejak 2015. Ponpes yang berhasil lolos mewakili NTB di Liga Santri Nusantara tingkat nasional adalah Ponpes Bayyinul Ulum Santong, Kabupaten Lombok Utara. (ros)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional