26 Kapal di Selat Lombok Siap Beroperasi Penuh Saat WSBK

Denny F. Anggoro. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar sudah memastikan kesiapan kapal pengakut penonton World Superbike (WSBK) yang akan masuk ke Lombok melalui jalur Selat Lombok. Ada 26 kapal yang sudah siap beroperasi dengan jadwal penuh, melayani rute Padangbai – Lembar, atau sebaliknya.

Ketua Gapasdap Cabang Lembar, Deny F Anggoro mengatakan, Gapasdap sudah juga diminta untuk bersiap-siap oleh pemerintah daerah, maupun penyelenggara event. “Pada intinya kami sudah siap fasilitas dan kapasitas,” ujarnya. Bali diperkirakan akan menjadi pintu masuk bagi wisatawan/penonton WSBK dari berbagai negara.

Iklan

Dari Bali, pilihan penonton menuju Lombok adalah menggunakan pesawat terbang atau menggunakan penyeberangan laut di Selat Lombok. Tidak saja wisatawan mancanegara, wisatawan domestikpun diperkirakan akan masuk melalui jalur penyeberangan laut. 26 kapal yang disebut oleh Ketua Gapasdap adalah kapal – kapal yang regular melayani rute Selat Lombok.

kapal kapal ini bisa dioperasikan jadwal pelayanannya dari 12 pemberangkatan sehari atau 16 pemberangkatan sehari,  bahkan bisa sampai 18 pemberangkatan sehari. “Bahkan pernah sampai 24 pemberangkatan sehari. Setiap satu jam ada kapal berangkat. Jadwal pemberangkatan ini bisa disesuaikan tergantung kebutuhan,” ujarnya.

Jadwal tiba kapalpun menurutnya bisa dipercepat. Dari biasanya sampai 4 jam menyebarang dan bongkar. “Kalau mau lebih cepat bisa juga. Asalkan dermaganya siap,” imbuhnya. 26 kapal penyeberangan ini, lanjut Denny, secara fasilitas dan kapasitas sudah memenuhi ketentuan. Bahkan dari sisi kapasitasnya untuk pelayanan penyeberangan saat ini masih sangat berlebih. Artinya, jumlah kapal dengan penumpang belum sebanding.

Selain jumlah dan kapasitas, untuk pelayanan prima di tengah pandemi Covid-19, kapal-kapal ini kata Denny rutin disemprot dengan disinfektan. Penerapan protokol Covid-19 juga tidak ada tawaran. Setiap penupang yang akan naik harus sudah dipastikan aman dari potensi  pembawa virus Covid-19. “Kalau soal protokol Covid, kita tidak ada tawaran. Pengamanan ketat, sebelum naik, maupun ketika di dalam kapal,” imbuhnya.

Salah satu standar yang diharuskan oleh pemerintah dalam pelayanan kapal adalah terpenuhinya CHSE (protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan). (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional