252 Penghuni Lapas Dompu Tidak Bisa Memilih

Kalapas Dompu, M. Fadli, saat meninjau proses pemungutan suara oleh warga binaan, Rabu,  17 April 2019. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 252 orang dari 352 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Dompu tidak bisa memberikan hak pilihnya pada Pemilu serentak tahun ini. Hal itu dikarenakan mereka tidak terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Padahal, KPU dan Disdukcapil sudah jauh-jauh hari melakukan pendataan sekaligus perekaman dokumen kependudukannya. Ironis, masalah ini terulang setelah sebelumnya terjadi pada pemilihan umum Gubernur NTB 2018 lalu.

Kalapas Dompu, M. Fadli, A. Md. IP. S. Sos, MM dikonfirmasi Suara NTB, Rabu,  17 April 2019 menyayangkan tidak diberinya hak pilih warga binaan tersebut. Padahal jelas ultimatum pemerintah pusat setiap WBP yang memenuhi syarat wajib menetukan hak suaranya pada penyelenggaraan Pemilu.

Iklan

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk memastikan WBP dapat menentukan hak pilih. Salah satunya menyurati masing-masing KPU di daerah asal warga binaan seperti Kabupaten/Kota Bima dan Dompu. Bahkan sampai beberapa kali mendatangkan mereka bersama Disdukcapil untuk proses perekaman dan pendataan ke DPT. Tetapi faktanya hingga hari H pemilihan hanya 100 orang yang bisa memilih.

“DPT saat ini kan DPT yang kemarin ketika pemilihan gubernur. Sudah diverifikasi tapi tidak juga masuk di DPT,” ungkapnya.

Terhadap ratusan warga binaan yang tidak bisa memberikan hak pilih karena tidak terdata dalam DPT, meski sudah melakukan perekaman dan sebagian dari mereka ada yang memiliki eKTP, M. Fadli menegaskan, sudah meminta KPU memasukan data mereka dalam daftar pemilih tambahan. Jawaban awalnya bahwa surat suara dari pusat kurang ke daerah. Kemudian kemarin sehari sebelum pencoblosan diterangkan KPU akan menunggu kelebihan surat suara dari TPS lain untuk didrop ke Lapas.

Namun melihat kondisi ini ia pesimis akan ada surat suara tambahan untuk ratusan warga binaannya yang tidak bisa memberikan hak pilih. “Bahasanya KPU nanti kalau ada surat di TPS yang lain akan didrop ke TPS 01 Lapas Dompu. Mudah-mudah bisa biar mereka juga dapat memberikan hak suaranya,” harap dia.

Sementara itu, disinggung cara warga binaan mengenal sosok calon pemimpin yang akan dipilihnya pada Pemilu serentak tahun ini. Ia mengatakan, selain dari televisi juga informasi melalui keluarga mereka yang tiap hari melakukan kunjungan. “Kalau dari pegawai kami pastikan tidak ada, bahkan stiker pun tidak kami ijikan masu ke area Lapas,” tegasnya.

Info terakhir yang diterima Suara NTB dari Kasi Binadik Lapas Dompu, Murdahim, SH., terkait prolehan suara. Ia menyebutkan, dari 100 surat suara yang dicoblos untuk pemilihan Presiden pasangan nomor urut 02 unggul dengan  94 suara, sedangkan nomor urut 1 hanya 5 suara. Dan satu suara dinyatakan tidak sah. (jun)