250 Lingkungan di Mataram Diajukan Dapat Internet Gratis

I Nyoman Suwandiasa (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mencanangkan program pemasangan jaringan internet gratis dapat diprioritaskan bagi lingkungan dengan kategori padat, kumuh dan miskin. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah efisiensi anggaran, sembari melihat sinergitas antara program yang diusung pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, menerangkan dari 325 lingkungan yang ada di Kota Mataram, sekitar 250 di antaranya telah diajukan untuk menerima fasilitas internet gratis tersebut.

 

“Usulan kita hanya 250 lingkungan yang kita intervensi jaringannya. Prioritas lingkungan padat, kumuh, dan miskin. Kalau yang di perumahan, mereka sudah mandiri dengan indihome dan lain-lain,” ujar Nyoman, Kamis, 3 September2020.

Untuk realisasi program tersebut pihaknya telah mengajukan penganggaran sebesar Rp400 juta melalui dua skema. Antara lain melalui APBD Perubahan dan Belanja Tidak Terduga (BTT).

 

“Ini semua sudah berproses. Yang jelas kami sebagai dinas (pelaksana) teknis sudah memberikan usulan baik lewat APBD ataupun BTT,” jelas Nyoman.

 

Dengan anggaran tersebut, pihaknya mencanangkan pemasangan wifi untuk akses internet gratis di setiap lingkungan selama empat bulan ke depan.

 

Diterangkan, pemasangan internet tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran peserta didik yang saat ini sebagian besar dilakukan dengan metode dalam jaringan (daring). Mengingat pandemi virus corona (Covid-19) menyebabkan sekeolah menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR).

 

Kendati demikian, rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan untuk memberikan kuota gratis bagi peserta didik dan guru juga tengah dikoordinasikan pihaknya. Jika program pusat tersebut dapat terealisasi lebih cepat dibanding program dari pemerintah daerah, maka pihaknya siap melakukan penyesuaian kembali.

 

Sampai saat ini Kota Mataram memang menargetkan pembukaan kembali sekolah dapat dilakukan dalam satu bulan kedepan. Untuk itu, evaluasi masih terus dilakukan untuk melihat perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi.

 

“Ini menjadi bahan pertimbangan. Apalagi pusat sudah mengagendakan lewat Kementerian Pendidikan untuk memberikan kuota gratis untuk peserta didik dan guru. Tadinya kan dananya hanya lewat BOS saja, dan itu kecil nilainya (untuk pemenuhan akses internet guru),” jelas Nyoman.

 

Menurutnya, jika kegiatan belajar mengajar sudah bisa dilakukan dengan tatap muka, program ini akan tetap dijalankan. Mengingat fasilitas internet gratis tidak hanya disiapkan untuk lingkungan, melainkan sudah terealisasi di beberapa tempat ibadah yang ada di Kota Mataram. (bay)