25 Gram Sabu Disita, Polda NTB Gerebek Rumah Kontrakan Diduga Sediakan Tempat Nyabu

Suasana penggerebekan rumah diduga tempat konsumsi sabu di Puncang Daye, Sandik, Batulayar, Lombok Barat Minggu, 3 Januari 2021.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Rumah kontrakan di Puncang Daye, Sandik, Batulayar, Lombok Barat yang menyediakan bilik nyabu digerebek Polda NTB Minggu, 3 Januari 2021. Delapan orang dengan berbagai peran diamankan. Namun, bandarnya masih diburu. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, para pelaku ini ditangkap di sebuah rumah yang disinyalir kerap dijadikan tempat pesta sabu. “Ada delapan orang yang kita amankan,” ucapnya, Senin, 4 Januari 2021.

Mereka antara lain,  seorang wanita berinisial JHI (37) sebagai pemilik rumah yang menyediakan tempat; kemudian pembeli sabu berinisial MY (27) warga Kekait, Gunungsari, RZ (31) warga Medas Bedugul, Gunungsari; dan JT (47) warga Kapek Bawah, Gunungsari. Selanjutnya, berperan sebagai peluncur atau penghubung diantaranya MS warga Medas, Gunungsari dan BRM warga Tamansari, Gunungsari; dan terakhir SF warga Tanaq Embet, Batulayar, dan DB warga Aiq Are, Batulayar. “Yang terakhir ini pembawa barangnya,” sebut Artanto.

Barang bukti yang disita antara lain empat klip berisi sabu. Rinciannya, tiga bungkus berisi masing-masing 7 gram sabu; dan satu bungkus berisi dua klip isi sabu masing-masing beratnya 4 gram. “Total barang bukti sabu keseluruhannya 25 gram,” imbuhnya. Selanjutnya ditemukan barang bukti uang tunai Rp750 ribu diduga hasil transaksi sabu, sembilan unit ponsel pintar, satu bungkus besar plastik klip kosong, sekop pipet, dan timbangan elektrik, serta empat unit sepeda motor. “Dilihat dari barang buktinya, kita duga ada pengedar dan pemilik barangnya,” tandas Artanto. (why)