24 WNA Dideportasi Selama Pandemi

Deportasi tiga WNA Rusia dengan inisial MB, ES dan SS dideportasi melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali 3 Mei lalu.(Suara NTB/dok_Kantor Imigrasi kelas I TPI Mataram)

Mataram (Suara NTB) –Warga negara asing yang berkunjung ke NTB masih saja ada yang berulah meskipun sedang masa pandemi Covid-19. Buktinya, sebanyak 24 WNA dipulangkan lagi ke negara asalnya. “Ini yang overstay dan yang meresahkan masyarakat,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah, Senin, 28 Desember 2020.

Rinciannya, WNA Malaysia 11 orang, Rusia tiga orang, Bulgaria tiga orang, Selandia Baru dua orang, dan masing-masing satu orang WNA Maroko, Inggris, Australia, dan Belgia. Serta satu WNA dwikewarganegaraan Australia-Swiss. “Yang ini dipulangkan ke Australia sesuai alamat tinggal orangtuanya,” imbuhnya. Mereka adalah yang melebihi masa tinggal selama di NTB. Selain dideportasi, mereka juga ditangkal masuk kembali ke Indonesia sekurangnya enam bulan.

Sementara, pendeportasian tiga WNA Rusia, sambung Syahrif, cukup menyita perhatian. Mereka ini adalah yang viral di media sosial karena mengamen di Pasar Kebon Roek, Ampenan, Mataram. Dasar deportasinya, pasal 75 ayat (1) UURI No6 /2011 tentang Keimigrasian. “Itu berkaitan dengan WNA yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Syahrif menegaskan akan mengintensifkan pengawasan orangasing di Pulau Lombok dengan menjalin kerja sama dalam wadah Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) yang saat ini telah menjangkau seluruh kecamatan di Pulau Lombok. (why)