23 Warga Mataram Terserang DBD

Ilustrasi nyamuk demam berdarah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya 23 warga Kota Mataram terserang deman berdarah dengue (DBD). Mereka tersebar di beberapa kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mencatat, di bulan Januari dilaporkan 23 warga terserang DBD. Lima di antaranya positif dan 18 warga lainnya suspect. “Baru ada 23 orang yang terjangkit DBD. Itu semua belum positif,” sebut Usman.

Iklan

Menurut Usman, gigitan nyamuk aedes aegepty sangat rawan di tengah peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Dikes telah mengantisipasi dengan melakukan sosialisasi dan pembagian bubuk abate ke masyarakat. Termasuk membasmi jentik nyamuk yang bersarang di penampungan air.

Pola ini dilakukan agar mencegah dan mengantisipasi peningkatan kasus DBD. “Kita sudah lakukan sosialisasi keliling sekaligus membagikan abate,” jelasnya. Permintaan fogging juga dilakukan jika ada masyarakat yang melapor. Seperti di Kelurahan Rembiga dan Mataram Barat.

Paling penting menurut Usman, masyarakat menjaga pola hidup bersih. Artinya, tidak membiarkan tumpukan sampah, mengubur botol bekas dan menjaga pola makan serta rajin berolahraga. Langkah ini dinilai sebagai alternatif agar tidak terserang penyakit deman berdarah dengue. (cem)