22.000 Lansia di Mataram akan Divaksinasi

H. Usman Hadi. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menambah target cakupan vaksinasi coronavirus disease (Covid-19) bagi lansia di Kota Mataram. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. Usman Hadi menyebut dari target sebelumnya 13.366 orang lansia, saat ini vaksinasi tersebut menyasar lansia sebanyak 22.000 orang lebih.

“Awalnya yang (target) 13.366 orang lansia itu capaian kita sudah 75 persen, sekarang ditambah lagi menjadi 22.000 lebih. Jadi cakupan kita terhitung baru 36 persen,” ujar Usman, Senin, 12 April 2021. Pemenuhan target tersebut dikhawatirkan akan membutuhkan waktu cukup lama. Terutama untuk memastikan data jumlah lansia di Kota Mataram yang masuk dalam kategori penerima vaksin.

Iklan

“Karena itu kita akan tanyakan ke Dukcapil untuk memastikan jumlah lansia kita. Karena yang sebelumnya 13.366 orang itu sudah hitungan pas, dan sekarang apakah 22.000 orang lebih ini ada yang masuk kriterianya,” jelas Usman.

Kendati demikian, pihaknya berharap respon masyarakat untuk mengikuti vaksinasi tetap terjaga. Salah satunya sebagai bentuk upaya bersama untuk memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap potensi penularan Covid-19.

Di sisi lain, pihaknya saat ini memfokuskan seluruh pelayanan vaksinasi di fasilitas kesehatan (faskes) untuk lansia dan guru. Hal tersebut diatur sesuai dengan arahan Kemenkes RI yang diterima Dikes Kota Mataram.

“Kalau untuk (vaksinasi) yang kedua boleh umum. Tapi kalau untuk vaksinasi pertama sekarang ini diutamakan untuk lansia dan guru. Yang publik kita sesuaikan dengan arahan dari Kemenkes,” ujarnya. Karena itu, pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram saat ini diutamakan melayani  vaksinasi bagi lansia. “Kalau untuk yang guru bisa di Puskesmas,” sambung Usman.

Terkait stok vaksin, Usman menyebutkan masih mencukupi. Guna memenuhi target 22.000 orang lebih tersebut pihaknya telah menerima stok vaksin dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 1.500 vial. “Itu sudah terpakai sebagian untuk vaksinasi massal, jadi tersisa 1.200-an vial,” ujarnya.

Berdasarkan catatan pihaknya, secara umum progres vaksinasi di Kota Mataram terus bertambah. Di mana untuk tenaga kesehatan cakupannya telah mencapai 7.500 orang atau hampir 96 persen, sedangkan untuk pekerja pelayanan publik dan masyarakat umum baru tercapai 34.000 orang lebih.

Satgas Covid-19 Kota Mataram juga mencatat sampai dengan 9 April 2021 total konfirmasi positif mencapai 2.978 orang. Antara lain 2.748 orang pasien dinyatakan sembuh, 134 orang meninggal, dan 96 orang masih menjalani perawatan. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional