21 Titik Api Terpantau, NTB Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Deteksi 21 hotspot berdasarkan data citra satelit di NTB, Sabtu, 5 Juni 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid menyebutkan 21 titik api atau titik panas terpantau di NTB, Sabtu, 5 Juni 2021 berdasarkan data satelit. Sementara itu, Pemprov mengatakan dampak dari  musim kemarau saat ini, selain mengantisipasi bencana kekeringan, NTB juga sedang siaga  kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

‘’Kita siaga kebakaran hutan dan lahan. Karena kita punya kawasan hutan juga,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F., M. Si., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 6 Juni 2021.

Iklan

Madani menjelaskan, Satgas Penanganan Karhutla berada di Polda NTB. Pemda ikut membantu bersama TNI. Ia mengatakan, semua Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) di NTB sudah diminta waspada.

‘’KPH kita minta untuk waspada di semua titik. Tidak dipilah-pilah, semua titik kita waspada. Dan kita pantau lewat hotspot,’’ terang Madani.

Diungkapkan, daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, yang merupakan eks kawasan tanaman jagung. Apalagi dengan adanya musim kemarau, api gampang tersulut masuk ke kawasan jika ada yang melakukan pembakaran sisa-sisa menanam jagung.

‘’Sekarang semua petugas KPH jaga-jaga melakukan patroli hutan, patroli kebakaran. Cuma untuk kebakaran ini diback up oleh TNI dan Polri. Karena ada perintah khusus dari Presiden,’’ tandasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si., mengatakan bahwa memang sesuai informasi BMKG, ada beberapa titik api yang terdeteksi di NTB, paling banyak di Pulau Sumbawa.

“BMKG tetap mendeteksi titik-titik hotspot dan terpantau secara nasional. Kami kerja sama BMKG, terkait dengan informasi. Paling banyak di Pulau Sumbawa ditemukan hotspot,” terangnya.

Zainal mengatakan kebakaran hutan dan lahan masuk dalam mitigasi bencana kekeringan atau bencana hidrometeorologis kering. Dikatakan, bencana kekeringan berdampak terhadap krisis air bersih dan kebakaran hutan.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meterologi Zainuddin Abdul Madjid, Sabtu, 5 Juni 2021, terpantau 15 titik api atau titik panas kategori sedang di NTB. Kemudian 6 titik panas kategori rendah. Titik panas tersebut berada di Lombok Timur, Sumbawa dan Dompu. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional