203 KK Dievakuasi, Banjir Bandang dan Longsor Terjang Daerah Wisata Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) – Banjir bandang dan longsor menerjang daerah wisata Senggigi Batulayar, Sabtu, 10 Desember 2016 sekitar pukul 11.00 Wita. Sebanyak 5 dusun di Desa Batulayar terkena dampak bencana tersebut, masing-masing Dusun teloke tengah, teloke utara, tanak embet timur dan barat. Sedangkan bencana longsor terjadi di Dusun Orong.

Penyebab banjir dan longsor dipicu intensitas hujan yang tinggi dan penyumbatan saluran di daerah sekitar sehingga Kali Teloke meluap.

Iklan

Banjir yang melanda sejumlah titik di Kecamatan Batulayar, Lobar, Sabtu, 10 Desember 2016.

Akibat banjir tersebut sebanyak 203 KK di beberapa dusun terpaksa dievakuasi. Ratusan warga yang dievakuasi ini masing-masing 45 KK di Dusun tanak embet barat dan 158 KK di Dusun tanak embet timur sehingga total 203 KK.

Disamping itu, barang-barang milik warga hanyut oleh banjir. Tembok rumah warga sepanjang belasan meter juga rusak akibat diterjang arus banjir.

Informasi yang diperoleh dari Kades Batulayar terpilih, H. M Taufiq menuturkan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 11.00 siang.

“Empat dusun terkena dampak banjir yakni Dusun teloke tengah, teloke utara, tanak embet timur dan barat. Sedangkan longsor terjadi di dusun Orong. Penyebab banjir karena hujan lebat dan penyumbatan sungai serta penyempitan saluran di daerah ini,” jelas H Taufiq.

Kades Batulayar terpilih pada Pilkades serentak baru-baru ini menuturkan pihaknya sudah turun mengontrol ke semua lokasi bencana. Hasil pantauannya, Dusun Orong yang terkena longsor di tiga titik. Untungnya, tidak ada pemukiman warga yang terkena dampak.

Akibat intensitas hujan yang tinggi selama tiga jam di daerah sekitar, air Kali Teloke-Tanak Embet pun meluap sehingga menggenangi empat dusun setempat. Bahkan akibat terjangan banjir ini, tembok rumahnya ambruk. Air kali ini meluap diakibatkan penyempitan kali tersebut. Disamping itu dipicu pendangkalan kali. Talud kali dan saluran di daerah ini juga tidak ada, sehingga programnya tahun depan pihaknya akan melakukan pengerukan (normalisasi) kali Teloke-Tanak Embet dan melakukan pentaludan. Ditemui di lokasi, Camat Batulayar, Suparlan menyatakan pihaknya bersama tim BPBD langsung turun ke lokasi melakukan penanganan.Dijelaskan, banjir menerjang beberapa dusun di Batulayar hingga menyebabkan arus lalu lintas menuju kawasan wisata setempat terganggu. Selain itu, hotel Jayakarta juga ikut tergenang banjir.“Banjir menyebabkan akses persis di depan hotel Jayakarta terganggu, kami sudah lakukan evakuasi warga,” jelasnya.Menurutnya, banjir disebabkan penyempitan saluran dan kali. Sehingga air kali di Tanak Embet meluap naik ke pemukiman warga. Akibat banjir ini jelasnya, merendam ratusan rumah warga di beberapa dusun, selain itu merusak tembok sejumlah rumah warga.

Kepala pelaksana BPBD Lobar, H. M. Najib yang turun ke lokasi menyatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan darurat bencana.

Pihaknya melakukan evakuasi terhadap ratusan KK yang terkena dampak bencana banjir ke lokasi yang aman. Disebutkan, terdapat 203 KK dievakuasi yang terkena dampak.

“Kami turun langsung melakukan penanganan darurat untuk evakuasi,” jelasnya.

Terkait pemberian bantuan sembako pihaknya belum melakukan penyaluran. Sebab sementara ini pihaknya masih fokus melakukan evakuasi. Ratusan KK dievakuasi ke beberapa lokasi yang aman.

Ketika berita ini ditulis, situasi di lokasi masih terjadi banjir. Pihak BPBD sendiri sudah membangun tenda darurat di berapa lokasi banjir tersebut. Untuk langkah penanganan sementara lanjutnya, pihaknya bersama PU telah membuka saluran di sekitar hotel Jayakarta di beberapa titik untuk mengurangi genangan banjir.

Saluran menuju Muara juga tengah proses untuk diperlebar. Kedepan, pihak BPBD bersama PU akan melakukan pentaludan dan normalisasi saluran. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here