2025, Loteng Setop Pengiriman TKI Non Formal

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) mulai memperketat proses pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maupun Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri, khususnya tenaga kerja untuk sektor non formal, utamanya pembantu rumah tangga. Demikian disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Loteng, H. Masrun, S.H., kepada Suara NTB, Selasa, 5 Juni 2018.

Adanya kebijakan ini, ujarnya, jumlah TKI atau TKW yang bekerja di sektor non formal asal Loteng bisa terus ditekan jumlahnya. Mengingat, Loteng menargetkan pada tahun 2025 mendatang, sudah tidak ada lagi pengiriman TKI maupun TKW yang bekerja di sektor non formal.

Iklan

“Sekarang ini, tenaga kerja yang kita kirim lebih banyak bekerja di sektor perkebunan dan industri. Sementara untuk tenaga kerja non formal, perlahan akan terus kita kurangi,” ujarnya.

Hanya saja, ujarnya, untuk bisa mencapai target tersebut tentu bukan perkara mudah. Butuh kerja keras dan dukungan semua elemen masyarakat di daerah ini, karena dari sisi pemerintah, bisa memperketat syarat menjadi TKI atau TKW khusus untuk sektor non formal.

Tapi kalau masyarakat tidak mendukung, upaya pemerintah daerah tidak akan bisa berhasil. Hal ini, ujarnya, bisa dilihat dengan masih adanya TKI ataupun TKW yang nekat berangkat ke luar negeri untuk bekerja di sektor non formal secara non prosedural. Sementara kalau berangkat secara prosedural, tidak lolos administrasi, dengan sebagai alasan, terutama alasan kesehatan.

“Banyak kasus TKI asal Loteng yang tidak memiliki skill, nekat berangkat ke luar negeri secara non prosedural. Untuk bekerja di sektor non formal. Dan, pada akhirnya banyak yang kemudian ditangkap dan dideportasi oleh pihak negara tujuan,” tandasnya.

Disinggung negara tujuan TKI atau TKW asal Loteng, Masrun mengaku Malaysia masih mendominasi. Di mana hampir 90 persen TKI atau TKW asal Loteng yang berangkat ke luar negeri setiap bulannya, tujuannya ke Malaysia. (kir)