Layanan Inovasi ”Lamasa” BPN Lobar Diserbu Warga

0

Giri Menang (Suara NTB) – Inovasi layanan yang dilaksanakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat diserbu warga. Layanan yang dinamakan “Lamasa” atau Layanan Pertanahan Menyapa Masyarakat ini sangat membantu dan mempermudah warga.

Petugas BPN turun langsung melayani warga untuk peningkatan hak dari sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik. Terutama bagi warga yang sudah melunasi kredit rumah. Kepala BPN Lobar, Ir Lalu Suharli, MM., mengatakan, inovasi ini sudah dilaksanakan pihaknya mulai dua pekan lalu. Inovasi ini dilakukan karena banyak  pemilik rumah yang sudah lunas biasanya dikembalikan ke bersangkutan masih dalam bentuk sertifikat HGB.

Baca Artikel Lainnya … 

Ketua Forikan NTB Gerakkan Masyarakat Labuhan Haji Gemar Makan Ikan

 

Wargapun harus datang ke kantor BPN untuk mengubah sertifikat HGB itu menjadi hak milik dengan biaya Rp50 ribu. Ternyata warga yang butuh pelayanan ini ramai di Lobar, karena di Lobar banyak perumahan. Hampir tiap hari kata dia, sekitar 30-50 orang yang datang ke Kantor BPN untuk layanan ini. “Ini yang melatarbelakangi, warga ini banyak yang butuh. Sehingga kami langsung turun layani ke perumahan-perumahan jemput bola,” jelasnya, Senin, 10 Juni 2024.

Di samping diketahui bahwa warga yang tinggal di perumahan ini rata-rata sibuk menjadi ASN, TNI Polri dan swasta yang pada hari senin- Jumat sibuk kerja sehingga terkadang tidak punya waktu mengurus. “Oleh karena itu kami datangi dengan sebuah layanan Lamasa atau Layanan Pertanahan Menyapa Masyarakat,” ujarnya. Pihaknya pun sudah melayani dua lokasi yakni BTN Pemda dan BTN Reyan Gerung. Pelayanan di BTN Pemda, peminatnya cukup banyak. Jumlah warga yang dilayani mencapai 120 orang. Sedangkan di BTN Reyan 31 orang.

Pelayanan dilakukan pada hari libur, yakni pada hari Sabtu atau Minggu, tergantung kesiapan masyarakat berkoordinasi dengan pihak Kaling, Kadus atau Kades. Dari turun pelayanan Lamasa ini, ditemukan beberapa fakta bahwa banyak HGB rumah warga sudah berakhir atau mati. Namun dengan adanya layanan peningkatan hak itu, otomatis sertifikatnya menjadi berlaku kembali dan berubah menjadi hak milik. Selain itu, kalau selama ini yang diterima pihaknya melalui pendaftaran di loket, warga mengurus melalui notaris mungkin dengan biaya mahal.

Karena faktor kesibukan, warga juga terpaksa menggunakan perantara atau bisa jadi Calo. “Sekarang ndak perlu, kami akan datangi langsung,”ujarnya. Sehingga itu bisa memudahkan dan mempercepat layanan, karena warga tak perlu datang ke kantor BPN atau melalui perantara dengan membayar biaya. “Dan ini bisa mengantisipasi atau mencegah calo,”ujarnya. Karena itu, pihaknya pun akan berupaya memperluas layanan ke wilayah lain, seperti Labuapi, Kuripan, Narmada dan lainnya.

Pihaknya menyampaikan cara untuk dilayani Lamasa ini, di mana pihak Kaling, Kadus atau Kades berkomunikasi dan berkoordinasi ke bagian loket atau KTU BPN. Kemudian Kaling atau Kadus mengumumkan atau mensosialisasikan ke warga di daerah setempat tentang layanan ini. Selanjutnya, warga dikoordinir oleh Kaling atau Kadus, mengumpulkan foto copy sertifikat. Begitu warga yang siap dilayani berjumlah lebih dari 20 orang, pihak Kaling atau Kadus berkoordinasi dengan pihak layanan loket BPN untuk minta turun pelayanan Lamasa. “Kami pun turun layani, dan biayanya hanya Rp50 ribu per sertifikat,” jelasnya.

Sejauh ini, sudah beberapa daerah yang sudah meminta dilayani Lamasa. Pihaknya pun akan turun layani dengan berupaya lebih maksimal dari hasil evaluasi pelayanan sebelumnya. Ia menambahkan, dalam pelayanan ini ada banyak manfaat yang diperoleh bagi warga dan negara, diantaranya peningkatan HGB menjadi hak milik, pengaktifan sertifikat yang sudah berakhir.

Selain itu, mampu meningkatkan pendapatan negara atau PNBP, di mana biaya Rp50 ribu ini masuk ke negara. Warga pun cukup membayar via gesek atau transfer melalui ATM ke rekening negara. Dalam kegiatan ini juga pihaknya berkolaborasi dengan Bapenda untuk pelayanan PBB sehingga otomatis kegiatan ini membantu Pemda meningkatkan PAD. Melalui pelayanan ini Pihaknya juga ingin meningkatkan kepuasan masyarakat, sebab masuk dalam salah satu pembangunan zona integritas. (her)