Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Manajer Hotel Kembali Berproses

0

Mataram (Suara NTB) – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan CM (23) dan AD, seorang manajer hotel, mengalami perkembangan terbaru. Kejadian ini bermula ketika CM, yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di hotel tempat AD bekerja, melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialaminya.

Meskipun laporan tersebut kemudian diselidiki oleh pihak berwenang, tidak ditemukan fakta hukum, dan pada tahun 2023 kasus ini ditutup. Namun, pada tahun 2024, kasus ini kembali mencuat ke publik dengan perkembangan yang tidak terduga. CM yang diduga jadi korban, justru ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ITE.

“Ini surat penghentian, tapi sebenarnya isinya laporan CM belum cukup bukti,” ujar Yan Mangandar Putra, salah satu anggota kuasa hukum CM.

Yan menjelaskan bahwa kasus CM kembali diproses untuk membuktikan bahwa ada kasus pelecehan dengan memberikan bukti terbaru. “Iya proses baru dimulai lagi di Polres KLU,” terang Yan, Senin 10 Juni 2024.

Yan berharap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara segera menggelar perkara ini. “Kami yakin gelar perkara kali ini akan memutuskan bahwa kasus ini layak naik ke tingkat penyidikan,” tegasnya.

Penetapan CM sebagai tersangka kasus ITE memicu reaksi dari berbagai organisasi perempuan. Pada Minggu, 9 Juni 2024, Ketua Forum Partisipasi Publik Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) NTB bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (Kompaks) NTB dan Tim Kuasa Hukum Korban CM, berkumpul untuk membahas kasus kekerasan seksual yang dialami CM, yang kemudian dijadikan tersangka ITE karena curhat di media sosial Facebook.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Suara NTB, Hj. Erni Suryani, tokoh perempuan NTB, menilai kasus CM memerlukan dukungan publik untuk mendapatkan keadilan. “Kami mendukung segala bentuk perjuangan yang dilakukan CM bersama korban lainnya,” tegasnya. (wan)