Kantor Bahasa NTB Siapkan Data untuk Kamus Terpadu

0

Mataram (Suara NTB) –  Sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan Penyusunan Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel, Tim Efektif Kamus Terpadu Kantor Bahasa NTB melaksanakan kegiatan pengumpulan data kosakata bahasa daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo) di Kota Mataram, Rabu, 5 Juni 2024. Kegiatan ini dilakukan dengan berkunjung ke narasumber selaku penutur asli dari bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo.

Narasumber yang dipercaya dalam kegiatan ini adalah Muhammad Subhi dari Komunitas Bale Langgoq, Drs. Damhujin, dan Alimin SMPIT BQN Mataram. Ketiga narasumber membantu dalam memverifikasi 77 kosakata yang akan dipilih 50 kosakata utama sebagai bahan untuk data Kamus Terpadu. Verifikasi ini difokuskan pada tampilan entri, pelafalan, dan pendefinisian entri.

Baca Artikel Lainnya … 

Pemprov NTB Akan Panggil Para Pihak, Menyikapi Krisis Air Bersih di Gili Tramena

 

Kepala Kantor Bahasa NTB, Puji Retno Hardiningtyas pada Senin, 10 Juni 2024 mengatakan, kegiatan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas data dalam Kamus Terpadu. Selanjutnya, tim efektif mengolah hasil verifikasi dari narasumber untuk dijadikan bahan untuk perekaman kosakata dalam Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan cetak kamus ke aksara Braille.

Selain di Kota Mataram, Tim Efektif Kamus Terpadu Kantor Bahasa NTB juga melakukan verifikasi 77 kosakata bahasa Sasak dengan Lalu Abdul Fatah yang merupakan pendiri Kelas Menulis Tepi Danau di Lombok Timur, pada Jumat (7/6). Sebelumnya, tim telah mencari dan mengumpulkan 77 kosakata tambahan untuk pembuatan Kamus Terpadu Bahasa Daerah (Sasak, Samawa, dan Mbojo)-Indonesia-Isyarat-Aksara Braille Ramah Anak dan Difabel.

Tim yang terdiri atas empat orang ini diperlukan untuk meningkatkan akurasi dan meminimalkan kesalahan padanan kosakata. Dari 77 kosakata yang dikumpulkan, nantinya akan dipilih 50 kosakata utama. Selanjutnya, hasil verifikasi data di Kabupaten Lombok Timur akan disandingkan dengan hasil verifikasi data yang dilakukan di Kota Mataram.

“Data hasil verifikasi akan dijadikan bahan perekaman kosakata Sistem Isyarat Bahasa Indonesia dan dialihaksarakan ke aksara Braille. Tentunya, dalam proses ini, Kantor Bahasa NTB juga akan menggandeng mitra strategis sebagai bentuk komitmen Kantor Bahasa,” jelas Puji Retno. (ron)