Pemprov NTB Siapkan Petani Penggerak Bawang

0

Mataram (Suara NTB) -Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si, menyebutkan, terdapat empat komoditas yang menyebabkan Inflasi di NTB. Di antaranya adalah cabai, bawang merah dan bawang putih, juga Gula.

Adapun untuk menstabilkan harga komoditas tersebut, pemerintah provinsi NTB akan meningkatkan areal tanam untuk komoditi cabai, menyiapkan champion atau petani penggerak untuk komoditi bawang. Sementara untuk gula, Nelly mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan upaya apapun karena pusat produsen gula ada di Jawa.

Champion atau petani penggerak untuk komoditi bawang ini sudah disiapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muhammad Taufieq Hidayat, S.Sos., M.T, ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan mitra penggerak dari Bima.
“Champion bawang kita dari Bima, offtaker dia, dia yang menjaga stabilisasi ini,” katanya pada Selasa, 5 Juni 2024.

Adapun mitra penggerak ini akan mendistribusikan bawang NTB keluar daerah, diantaranya ke Papua dan Kalimantan, yang artinya bahwa adanya mitra penggerak ini menyebabkan bawang daerah tidak perlu dikirim ke Surabaya sebelum ke daerah tujuan.
“Dengan champion ini dia yang akan menampung dan langsung mengirim ke empat daerah tujuan, ada Papua, Kalimantan” lanjutnya.

Sementara itu, untuk semakin menekan laju inflasi, Mendagri memerintahkan kepada seluruh pemerintah provinsi agar bisa memaksimalkan lahan pertanian pemerintah, jangan sampai ada lahan pertanian pemerintah yang kosong.

Merespon hal tersebut, Kadistanbun mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menanam komoditi-komoditi penyebab inflasi. “Cabai, bawang merah, bawang putih, nanti kita berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota kan supaya itu ditanami produk yang menyebabkan kita inflasi,” ujarnya.

Adapun bibit komoditas penyebab inflasi yang akan ditanami oleh kabupaten/kota disediakan oleh pemprov NTB. “Disiapkan oleh provinsi, ada tu, nanti di distribusi bibit ke kabupaten/kota,” tutupnya. (era)