Milenial dan Gen Z Dominasi Pilkada

0

Mataram (Suara NTB) – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB, Itratip, S.T., M.T., sebut Milenial dan Gen Z mendominasi pemilihan umum baik itu pilpres, pileg, maupun pilkada yang akan berlangsung pada November 2024 nanti.

“Kita tahu dari pemilu kemarin itu data pemilih generasi Milenial dan Generasi Z ini sangat tinggi, sehingga sebenarnya sangat menentukan sekali keterpilihan seseorang,” katanya pada Rabu, 22 Mei 2024.

Ia mengatakan bahwa hampir 60% dari pemilu pada 14 Februari 2024 kemarin merupakan pemuda yaitu generasi Milenial dan Gen Z. Ungkap Itratip rata-rata data pemilih di Kabupaten/Kota, data pemuda yang turut serta dalam pemilu berada diatas 50%.

Adapun menurut data KPU NTB, jumlah pemilih Milenial dan Gen Z pada Pemilu 14 Februari 2024 kemarin berjumlah 58,62%, dengan rincian 1.396841 pemilih atau 35,61% merupakan Milenial, dan 899.840 pemilih atau 22,97% merupaka Gen Z.

Sebagai pemilih terbanyak, Itratip berharap anak muda harusnya terlibat dalam berpolitik yang mana karena kemudahan teknologi dan informasi, pemuda bisa mengedukasi masyarakat terkait bagaimana pemilu yang anti hoax serta mengkampanyekan pemilu lewat jejaring sosial medianya.

“Oleh karena itu ketika ada isu-isu yang berbau sara, yang bermunculan di lini-lini sosial media, anak muda harus mengambil peran untuk melakukan perlawanan dengan memasifkan bahwa kita punya hak yang sama untuk dipilih dan memilih dalam setiap proses pemilu atau pilkada” ujarnya.

Selain memberantas hoaks, Itratip juga meminta kepada Milenial dan Gen Z untuk bisa memutus rantai politik uang yang marak terjadi jelang pemilu maupun pilkada. “Generasi muda ini jangan ikut terlibat dalam money politic. Kita ingin mengubah pola pikir yang seperti ini, mahasiswa harus memutus mata rantai money politic,” tambahnya.

Ia melanjutkan bahwa semakin berkembangnya teknologi, trend politik uang tiap jelang pemilukada juga ikut berkembang, jika awalnya praktik politik uang ini diberikan secara tunai, kini berubah menjadi uang digital atau diberikan secara transfer.

Meski demikian, pihaknya mengatakan bahwa masih sukit membuktikan adanya praktik money politic pada Pemilu 2024. “Kalau kita mengacu pada angka, tidak ada laporan yang masuk Bawaslu, yang masif itu informasi di luar ruangan yang membutuhkan pembuktian lebih lanjut,” ungkapnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau kepada pemuda khususnya Gen Z dan Milenial untuk turut berpartisipasi dalam pilkada dalam upaya memberantas hoax dan politik uang yang kerap terjadi menjelang pemilihan umum dan kepala daerah. (era)