ITDC Buka Program Mandalika CLC, Sasar Anak Pedagang Asongan di KEK Mandalika

0

Praya (Suara NTB) – Menggandeng sejumlah lembaga social, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membuka program Mandalika Child Learning Center (CLC). Program khusus yang berfocus pada pendidikan informal dengan sasaran anak-anak pedagangan asongan yang berjualan di kawasan Kuta dan sekitarnya. Harapannya, anak-anak pedagangan asongan tersebut bisa tetap berkesempatan untuk belajar dan berkembang. Sembari menjalankan aktifitas berjualan di kawasan The Mandalika.

“Mandalika CLC bertujuan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang ramah anak di kawasan The Mandalika. Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak anak terhadap pendidikan. Agar anak-anak tidak hanya fokus pada perdagangan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang,” terang General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho, Kamis, 23 Mei 2024.

Program Mandalika CLC sudah pernah dilaksanakan pada Oktober 2023 lalu. Dan, sejak Sabtu, 11 Mei 2024, dibuka kembali. Dengan sasaran yang lebih banyak lagi. Sebagai inisiatif edukatifnya Yayasan Gugah Nurani Indonesia bersama Relawan Sahabat Anak Mataram sebagai fasilitatornya.

Program tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen ITDC untuk tetap mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan bagi ana-anak di daerah ini. Khususnya lagi bagi anak-anak pedagang asongan di area Bazaar Mandalika serta Kuta Beach Park. Dalam hal ini ITDC menyediakan sejumlah fasilitas pendukung. Mulai dari buku-buku bacaan, permainan edukatif hingga ruang belajar dan bermain secara gratis.

Sejak program Mandalika CLC dimulai rata-rata ada 15 hingga 20 anak berkunjung setiap harinya. Mulai dari usia TK hingga SD. Selain anak-anak pedagang asongan ada juga anak-anak yang berasal dari desa-desa penyangga sekitar The Mandalika. “Mandalika CLC dibuka setiap hari, kecuali hari Senin. Mulai pukul 14.00 hingga 17.00 Wita,” terangnya.

Khusus untuk hari Rabu, Sabtu, dan Minggu, ada kelas Bahasa Inggris gratis oleh Susi, volunteer yang juga guru bahasa Inggris dari SMKN 3 Pujut. “Bulan Juni mendatang, Mandalika CLC berencana menambah kelas gratis lainnya. Namun jadwalnya masih menunggu ketersediaan waktu dari para volunteer,” imbuh Wahyu.

Dengan semakin banyaknya relawan yang ikut bergabung dalam program ini diharapkan bisa memberikan kesempatan yang cukup luas bagi anak-anak untuk memanfaatkan fasilitas dan mengikuti program-program yang disediakan. Adanya program Mandalika CLC juga semakin membuka akses bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Bahwa program tersebut tidak hanya memberikan sarana belajar. Tetapi juga mengajarkan nilai pentingnya pendidikan dalam kehidupan anak-anak tersebut. Pada akhirnya program Mandalika CLC dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan masyarakat di sekitar The Mandalika.

“Harapan kami, program ini bisa berkelanjutan. Sehingga bisa memberikan manfaat yang luas dalam mendukung pendidikan anak-anak di kawasan The Mandalika dan sekitarnya,” pungkas Wahyu. (kir)