DP3AKB Lotim Ingatkan TPK Wajib Dampingi Calon Pengantin

0

Selong (Suara NTB) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lombok Timur menegaskan pentingnya pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) kepada calon pengantin (Catin). Kepala DP3AKB, H. Ahmat, menekankan bahwa pendampingan ini wajib dilakukan sebelum calon pengantin menerima sertifikat siap hamil (elsimil).

“Pendampingan oleh TPK kepada Catin merupakan indikator penting dalam pencapaian target penurunan stunting,” ujar H. Ahmat. Saat ini, capaian pendampingan masih tergolong rendah sehingga program ini perlu dioptimalkan.

Pendampingan calon pengantin melibatkan tiga instansi utama. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan KTP baru, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan buku nikah, dan DP3AKB memberikan sertifikat elsimil.

Selain mendampingi hingga pernikahan, TPK juga memberikan bimbingan pra nikah. Kepala UPTD menginstruksikan agar setiap TPK di desa memastikan seluruh pasangan yang menikah terekam dalam data pendampingan, dengan tujuan menurunkan kasus stunting hingga 14 persen.

Tugas TPK tidak hanya mendampingi calon pengantin, tetapi juga keluarga yang berisiko stunting. Pada tahun 2023, terdapat 70 ribu keluarga yang termasuk dalam kategori risiko stunting. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 90 ribu keluarga. Saat ini, verifikasi dan validasi data sedang berlangsung dan diharapkan jumlah keluarga risiko stunting terus menurun.

“Kerjasama dengan KUA dalam memberikan bimbingan pra nikah sangat penting. Dengan pendampingan yang tepat sejak awal, target penurunan stunting dapat tercapai,” tambah H. Ahmat.

Pendampingan yang efektif oleh TPK diharapkan tidak hanya membantu calon pengantin mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam upaya mengurangi angka stunting di Lotim. (rus)