Wabup Nilai Pilkada KLU 2024 Lebih Berwarna

0

Tanjung (Suara NTB) – Konstelasi politik di Kabupaten Lombok Utara dinilai berjalan dinamis. Bahkan bagi Wabup Lombok Utara yang digadang akan maju sebagai petahana KLU 1, Pilkada 2024 lebih berwarna.

Pilkada yang lebih berwarna menurut Wabup, tidak lepas dari tidak adanya bakal calon yang dominan. Dari beberapa bakal calon yang dirumorkan akan mengisi KLU 1, seperti H. Najmul Akhyar, Dr. Muchsin Muhtar Efendi, Mariadi maupun dirinya, masing-masing memiliki ketokohan yang sejajar di masyarakat. Seluruh bakal calon, memiliki sisi posirif maupun potensi peluang untuk merebut suara masyarakat pada basisnya sendiri.

Hal ini berbeda dengan Pilkada 2 periode pada tahun 2015 dan 2020. Dimana ketika itu, keberadaan bakal calon diisi oleh 2 tokoh sentral politik KLU yakni Djohan Sjamsu dan Najmul Akhyar. Keduanya bahkan saling mengalahkan satu sama lain.

“Saya rasa iklim demokrasi tahun 2024 ini lebih berwarna. Masyarakat akan disuguhkan oleh hadirnya bakal calon maupun Calon Bupati. Ini menunjukkan Politik di Lombok Utara cukup baik dan berjalan dinamis,” terang Wabup, Senin, 20 Mei 2024.

Sebagai Wakil Bupati, Danny tak membantah dorongan Partai maupun banyak tokoh menginginkan dirinya maju sebagai KLU 1 (Calon Bupati). Baginya, dorongan ini merupakan apresiasi. Pasalnya sebagai tokoh muda, dirinya masih harus banyak menambah pengalaman untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik di masa depan.

Dinamisnya politik di Lombok Utara juga cukup mewarnai jalannya demokrasi. Pasalnya hingga saat ini, belum ada satu pun bakal calon yang mendeklarasikan pasangan calon. Di tingkat partai pemegang tiket konsekutif untuk melaju ke KPU pun belum final menentukan arah politik. Sebaliknya, beberapa partai juga seolah tidak ingin ketinggalan untuk menjalin peluang koalisi yang memungkinkan untuk maju pada Pilkada.

“Dinamika-dinamika ini masih kita ikuti, calon bupati dan calon wakil bupati kita tunggu saja setiap pasangan,” katanya.

Selalu Ketua DPC Gerindra KLU, Wabup juga tak menampik banyaknya pertanyaan publik. Dengan partai mana saja Gerindra berkoalisi, atau siapa figur bakal calon wakil yang akan digandeng?

“Kalau berbicara isu, nanti kita tunggu pada waktunya. Semua masih dalam tahap penjajakan dan penimbangan. Pada akhirnya, keputusan yang diambil adalah yang terbaik,” tegasnya.

“Gerindra memiliki lima kursi, tapi belum cukup. Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa partai dan mendaftarkan diri ke beberapa partai. Ini menunjukkan komitmen dan keseriusan Gerindra dalam pencalonan di Pilkada 2024 ini,” tandasnya. (ari)