Kejaksaan KSB Naikkan Status Dua Perkara ke Tahap Penyidikan

0

Taliwang (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sumbawa Barat menaikkan status penanganan dua perkara yang selama ini digarapnya ke tahap penyidikan.

Adapun kedua kasus yang naik status penanganannya ke tahap dua itu, pertama dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan dan rehabilitasi DAK fisik SMAN 1 Seteluk dan SMAN 2 Taliwang pada tahun 2021. Terhadap kasus ini ketetapan Kajari KSB itu tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat dengan Nomor: PRINT- 01 /N.2.16/Fd.2/05/2024 tanggal 20 Mei 2024.

Baca Artikel Lainnya …

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

 

Sementara yang kedua adalah kasus dugaan praktik mafia tanah pada wilayah desa Sekongkang Bawah tahun 2019 sampai dengan tahun 2024. Dimana keputusan itu tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Barat dengan Nomor: PRINT- 02 /N.2.16/Fd.2/05/2024 tanggal 20 Mei 2024

Kajari KSB, Titin Herawati Timur mengatakan, penetapan naik status ke lidik kedua kasus itu dilakukan pihaknya setelah melakukan permintaan keterangan dan pengumpulan data. Selain itu juga telah dilakukan ekspose bersama seluruh jaksa pada Kejari KSB yang menangani kasus-kasus tersebut.

“Untuk kasus DAK SMA tim jaksa kami sudah memintai keterangan terhadap delapan orang dan mengumpulkan sejumlah dokumen lainnya untuk kebutuhan penanganan kasus. Kalau yang mafia tanah ada 29 orang yang kita mintai keterangannya,” kata Titin kepada wartawan, Senin, 20 Mei 2024.

Dalam dua perkara itu, Kejari KSB telah memperkirakan kerugian negara yang ditimbulkannya. Dimana pada perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan dan rehabilitasi DAK Fisik SMAN 1 Seteluk dan SMAN 2 Taliwang, Titin menyebut nilai kerugiannya mencapai kurang lebih sekitar Rp.4.446.882.000.

Sedangkan pada perkara dugaan praktik mafia tanah di wilayah desa Sekongkang Bawah diperkirakan kerugiannya adalah bidang tanah seluas kurang lebih 100 hektar are. “Dari kedua kasus itu menurut kami nilai kerugiannya cukup besar,” imbuh Titinik SMAN 1 Seteluk dan SMAN 2 Taliwang, Titin menyebut nilai kerugiannyaRp. 4.446.882.000dugaan praktik mafia tanah pada wilayah Desa Sekongkang Bawah dari tahun 2019 sampai tahun 2024 diperkirakan kerugian adalah bidang tanah seluas kurang lebih 100 hektar. “Baik kasus DAK SMA dan mafia tanah di mana tersangkanya sementara ini adalah mantan Kades Sekongkang Bawah nilai kerugiannya hitungan kami cukup besar,” imbuh Titin.(bug)dugaan praktik mafia tanah pada wilayah Desa Sekongkang Bawah dari tahun 2019 sampai tahun 2024 diperkirakan kerugian adalah bidang tanah seluas kurang lebih 100 hektar. “Baik kasus DAK SMA dan mafia tanah di mana tersangkanya sementara ini adalah mantan Kades Sekongkang Bawah nilai kerugiannya hitungan kami cukup besar,” imbuh Titin. (bug)