Tinggi, Peminat Seleksi Beasiswa IIK Bhakta dan AIU Malaysia 2024 di Brida NTB

0

Mataram (Suara NTB)-Program seleksi beasiswa yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi (Brida) NTB mendapat respons yang tinggi dari calon mahasiswa di daerah ini. Dua kampus yang menawarkan beasiswa tahun 2024 ini yaitu Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri Jawa Timur dan Albukhary International University (AIU) Malaysia.

Plt. Kepala Brida NTB Lalu Suryadi mengatakan, skema Beasiswa NTB – IIK Bhakti Wiyata ini ialah “partial funded” dengan beberapa komponen beasiswa seperti biaya daftar ulang, biaya Pembangunan Pengembangan Pendidikan dan Biaya SP. Sementara biaya hidup mahasiswa tak menjadi tanggungan kampus.

Sementara AIU Malaysia merupakan beasisw fully funded. Artinya, beasiswa yang didapatkan akan mendanai seluruh kebutuhan pendidikan secara penuh atau full. Beberapa komponen beasiswa yang akan diterima nantinya antara lain: biaya pendaftaran kuliah, biaya kuliah, visa, tiket pesawat, biaya hidup 450 Ringgit Malaysia/bulan.

“Peminat beasiswa ini sangat tinggi, sekitar seribu orang. Tes tulis sudah dilaksanakan, tinggal tes wawancara. Kuotanya 20 di AIU dan 30 di Bhakti Wiyata,” kata Lalu Suryadi kepada wartawan, Kamis, 16 Mei 2024.

Selain kerja sama dengan dua kampus di atas, Brida NTB juga kerja sama dengan beberapa kampus swasta di NTB dalam hal penyediaan beasiswa melalui program beasiswa stimulant dengan kiasaran anggaran Rp600 juta.

“Kita alokasikan anggarannya. Program ini lebih kepada kesejahteraan di sekitar kampus. Namun yang ini beda lagi dengan beasiswa miskin berprestasi,” ujarnya.

Yang tak kalah penting yaitu Pemprov NTB, baik melalui Brida maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB menggelar program 1000 tutor Bahasa Inggris. Semua tutor ini akan memberikan materi untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam berbahasa Inggris sebagai bekal untuk berburu scholarship, baik di dalam maupun di luar negeri, salah satunya beasiswa LPDP. Pemprov NTB berkomitmen untuk menjemput Indonesia Emas 2045 dengan menyiapkan SDM NTB mulai dari sekarang.

Menurutnya, akses untuk mendapatkan beasiswa kini sudah sangat mudah jika dibandingkan puluhan tahun yang lalu, sehingga hal ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.(ris)