Pilkada Kota Mataram, Harum Jilid II Dipastikan Maju

0

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman memastikan bahwa Partai Golkar tidak membuka pendaftaran calon walikota dan wakil walikota pada Pilkada 2024. Surat tugas dari DPP Partai Golkar telah mengamanatkan dirinya berduet kembali dengan H. Mohan Roliskana, sehingga tugasnya menjalin komunukasi dengan partai politik lainnya. “Insya Allah, Harum jilid II berlanjut tetapi masih menunggu survey,” terang Tuan Guru Mujib ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 15 Mei 2024.

Partai Golkar masih melakukan survey terhadap elektabilitas kader yang bertarung pada Pilkada 2024, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Mujib yang juga Wakil Walikota Mataram mengaku, surat tugas dari DPP Partai Golkar mengamanatkan H. Mohan Roliskana pada Pilkada NTB dan Pilkada Kota Mataram.

Oleh karena itu, Mohan juga terus bekerja sambil menunggu hasil survey. Akan tetapi, pernyataan yang disampaikan di media massa bahwa selalu realistis melihat peluang. “Pak Mohan juga selalu realistis melihat peluang,” tegasnya.

Mujib mengaku telah mendaftar ke Partai Kebangkitan Bangsa serta menjalin komunikasi politik dengan Partai Amanat Nasional. Pendaftaran di PKB dengan sistem paket atau berpasangan dengan H. Mohan Roliskana sebagai calon walikota dan dirinya sebagai calon wakil walikota. “Surat tugas partai mengamanatkan saya sebagai wakil berpasangan dengan Pak Mohan,” tegasnya.

Perihal deklarasi pasangan HARUM (H. Mohan Roliskana-TGH. Mujiburrahman) jilid II pada saatnya akan disampaikan ke publik, agar tidak terjadi simpang siur. Deklarasi direncanakan setelah mengantongi hasil survey.

Mujib menegaskan, Golkar Kota Mataram secara realitas mendapatkan tujuh kursi di parlemen, tetapi dari sisi suara bertambah 10.698 suara dari pemilu tahun 2019 yang hanya mengoleksi 36.401 suara. “Dari jumlah kursi kita berkurang, tetapi dari sisi suara bertambah 10 ribu lebih di pemilu 2024,” sebutnya.

Bagaimana jika Mohan memilih maju ke Pilkada NTB? Ia mengatakan, DPP Partai Golkar pasti akan menyiapkan skenario lainnya. Akan tetapi, ia fokus menjalin komunikasi dengan pimpinan partai politik untuk mencari dukungan. Persyaratan maju sebagai calon walikota dan wakil walikota minimal mengantongi 20 persen syarat dukungan. Pemilu 2024, Partai Golkar hanya memperoleh tujuh kursi di DPRD Kota Mataram, sehingga perlu berkoalisi dengan parpol lainnya.

Kemungkinan munculnya koalisi gemuk yang menjadi lawan politik pada pilkada? Mujib tidak mempersoalkan bahkan akan lebih menarik karena masyarakat memiliki banyak pilihan calon pemimpin. “Baguslah, karena akan semakin banyak pilihan,” demikian kata dia. (cem)