339 Formasi Masih Divalidasi Pusat, BKD Lobar Belum Dapat Kepastian Jadwal Seleksi PPPK dan CPNS

0

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lombok Barat (Lobar) sampai saat ini belum mendapatkan kepastian terkait jadwal seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Saat ini sedang dilakukan validasi rincian 339 formasi yang diusulkan Pemkab Lobar oleh Kementerian terkait.

Kepala BKD dan PSDM Lobar Jamaludin melalui Sekretaris BKD dan PSDM Lobar, Lalu Muhammad Fauzi mengatakan, informasi yang beredar soal waktu seleksi CPNS dan PPPK tanggal 15 Mei masih sekadar rumor. “Kan belum ada kami terima (jadwal resmi), kapan diumumkan. Kan itu diumumkan secara resmi nanti dari pusat. Sampai saat ini belum ada,” kata Fauzi saat dikonfirmasi, Rabu, 15 Mei 2024.

Jadwal pembukaan seleksi ini belum diperoleh oleh semua daerah secara nasional, bukan hanya Lobar. Ia menjelaskan, saat ini tengah berlangsung validasi dan pengkajian lebih mendalam di BKN, terkait rincian formasi yang disampaikan oleh daerah, termasuk Lobar.

Dari rincian formasi yang sudah diusulkan BKD, itu divalidasi apakah sesuai kebutuhan atau tidak. Sebab ada dua aplikasi berbeda yang dipakai pusat, yakni di e-formasi dan SSCASN menyangkut rincian formasi. Rincian formasi ada di SSCASN yang saat ini sedang dilakukan asistensi.

Saat ini di pusat sedang dilakukan asistensi, di mana semua daerah diundang oleh Kemenpan-RB dan Kemendikbud. “Semua instansi diundang disana,”ujarnya.

Untuk diketahui Pemkab Lobar mengusulkan 339 formasi CPNS dan PPPK berdasarkan Zero Growth atau disesuaikan dengan jumlah pensiun dan kemampuan fiskal daerah. Dari 339 total keseluruhan itu, 259 formasi PPPK dan 80 formasi itu CPNS.

Dari formasi PPPK ini nantinya mengakomodir non ASN, THK II yang lulusan SD, SMP dan SMA. Usulan ini terdiri dari formasi tenaga kesehatan, tenaga teknis dan guru. Sementara dari data BKD, jumlah non ASN yang yang lolos PPPK tahun 2023 adalah 1.117 orang, terdiri dari 700 orang nakes, 210 orang guru, dan 207 orang tenaga teknis. Dari jumlah tersebut, 858 orang berasal dari tenaga non ASN yang sudah masuk database BKN, yaitu 498 orang nakes, 178 orang tenaga teknis, dan 182 orang guru.

Di luar 5.080 non ASN itu, masih ada 414 orang yang belum terdata database BKN. Dari jumlah itu ada 35 orang yang berhasil lolos seleksi PPPK tahun 2023. Sementara itu, nasib sisanya masih belum jelas dan perlu dicari solusi penanganannya. (her)