Polisi Usut Terduga Pelaku Kasus Penyerangan di Montong

0

Giri Menang (Suara NTB) – Polres Lombok Barat (Lobar) berupaya mengusut para pelaku penyerangan terhadap warga Dusun Montong Desa Meninting Kecamatan Batulayar. Pihak kepolisan telah memeriksa belasan saksi, termasuk seorang kades.

Sementara pemuda yang diduga pemicu awal penyerangan di dusun Montong tersebut pergi ke luar daerah. Hal ini menyebabkan polisi kesulitan memeriksanya sebagai saksi. 13 orang yang dipanggil dan diperiksa atas kasus Penyerangan tersebut, terdiri dari 12 saksi warga Montong dan satu Kades asal Loteng yang diduga warganya yang menyerang.

Saksi warga Montong itu dimintai keterangan Sabtu pagi, 11 Mei 2024. Sedangkan Kades asal Loteng itu diperiksa pada Minggu, 12 Mei 2024. Namun dari 13 orang saksi yang diperiksa, pemuda yang diduga anak oknum Kades belum bisa dipanggil lantaran diduga pergi ke luar daerah. “Kita sudah lakukan pencarian pemuda tersebut, kita belum menemukan orangnya, katanya keluar daerah. Tapi kita terus melakukan pencarian pemuda tersebut,” terang Kapolres Lobar, AKBP Bagus Nyoman Gede Junaidi yang dikonfirmasi media, kemarin.

Hanya saja Kapolres belum bisa memastikan apakah pemuda tersebut benar merupakan anak Kades seperti yang diiusukan ditengah masyarakat atau bukan. “Apakah benar anaknya pak kades atau bukan, kita selidiki dulu,” ucapnya. Lantas bagaimana dengan barang bukti ? Bagus Nyoman mengaku sudah ada sejumlah barang bukti diamankan di lokasi kejadian. Termasuk sepeda motor yang diduga milik pemuda asal luar Lobar tersebut.

“Yang diamankan sementara ini satu unit motor NMax, ada batu-batu, kemudian pecahan kaca, Cuma baru itu aja kita amankan,” bebernya.

Kepolisian masih terus mendalami kasus itu. Pihaknya juga masih menguatkan pemeriksaan, baik itu alat bukti dan keterangan saksi-saksi. Baru mengarah keindikasi tersangka.

“Kita perkuat pemeriksaannya,” pungkasnya. Belum adanya pelaku yang diamankan dari kasus ini menyebabkan warga kecewa. Warga meluapkan kekecewaannya lantaran penanganan kasus penyerangan yang dinilai lamban oleh APH. Warga mendesak pelaku penyerbuan dan mobilisasi massa ke Montong Buwuh Batulayar segera ditangkap. (her)