Jelang Visitasi, BAN-PDM NTB Hindari Lakukan Akreditasi ke Lembaga Fiktif

0

Mataram (Suara NTB) – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (BAN-PDM) NTB melakukan berbagai upaya agar tidak melakukan visitasi akreditasi ke lembaga fiktif. Oleh karena itu, BAN-PDM melakukan validasi sejak Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahap 1 pada akhir bulan April hingga sosialisasi ke Dinas Pendidikan di daerah pada awal bulan Mei 2024 ini.

Ketua BAN-PDM NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., mengatakan, tantangan yang dihadapi pihaknya dalam rangkaian awal proses akreditasi yaitu adanya lembaga PAUD maupun sekolah/madrasah (S/M) yang sudah tutup, tetapi data di Dapodik dan Emis masih ada. Sementara, jika data itu masih ada atau aktif, maka bisa menjadi sasaran dari visitasi akreditasi. Kondisi tersebut akan merugikan negara, karena negara mengeluarkan anggaran untuk melakukan visitasi ke lembaga yang tidak ada aktivitas secara nyata atau fiktif.

Baca Artikel Lainnya … 

Pertamina Patra Niaga Pastikan Gempa di Lombok Utara Tak Mengakibatkan Kerusakan

 

Oleh karena itu, pihaknya menyelenggarakan Rakorda dan sosialisasi ke Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama di daerah sebagai momentum untuk melakukan validasi lembaga yang akan diakreditasi.

“Banyak juga lembaga yang aktif Dapodik tapi ternyata di lapangan kadang-kadang sekolah itu tidak ada, terutama di jenjang PAUD. Di jenjang sekolah/madrasah juga yang kelihatan kemarin itu, beberapa sekolah itu yang sekolahnya sudah tutup tapi sistemnya tetap aktif. Kita tidak mau kecolongan membiayai akreditasi tapi sekolah sudah tutup. Validasi ini menjadi penting sebelum visitasi. Kami melakukan filterisasi berlapis, sosialisasi itu juga bagian dari proses validasi data,” jelas Syamsul.

Pada bulan Mei ini, pihaknya melakukan sosialisasi ke mitra Dinas Pendidikan dan Kemenag di kabupaten/kota. Kemudian melakukan sosialisasi ke lembaga yang menjadi sasaran akreditasi.

“Kami harapkan bahwa semuanya berjalan lancar, sehingga dalam kurun waktu tidak terlalu lama kami bisa tugaskan asesor turun lapangan untuk visitasi. Sebanyak 525 lembaga se-NTB akan diakreditasi untuk tahap satu,” beber Syamsul.

Diketahui Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) NTB dan BAN Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan Non-Formal (PAUD PNF) NTB resmi digabung pada tahun 2024 ini. Kedua Lembaga itu digabung menjadi BAN PDM NTB.

Jumlah total sasaran visitasi NTB sebayak 2.106 lembaga. Rinciannya, yaitu untuk PAUD sebanyak 1.304 lembaga, Kesetaraan 28 lembaga, sekolah jenjang pendidikan dasar dan menengah (Dasmen) sebanyak 774 lembaga. (ron)