Terduga Pelaku Pelecehan Diburu Polisi, Ponpes di Sekotong Ilegal

0

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di salah satu tempat di Sekotong Lombok Barat telah ditangani Kepala Kantor Kementerian Agama Lobar Drs. H. Haryadi Iskandar. Pihak terkait telah turun ke lokasi dan mengecek kelengkapan izin. Dari hasil investigasi tersebut, ponpes tersebut tak berizin alias ilegal. Sehingga pihak Kemenag memastikan itu bukan lembaga Ponpes maupun yayasan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Lobar, Drs. H. Haryadi Iskandar menegaskan, pihaknya telah turun mengecek ke lokasi memastikan apakah itu benar-benar ponpes atau tidak. Pihaknya juga investigasi perizinan dari lembaga tersebut. Setelah dicek, ternyata itu bukan lembaga Ponpes atau yayasan. “Itu bukan pondok (ponpes), itu tidak ada izin, barang gelap itu,” tegasnya, kemarin. Pihaknya menegaskan bahwa lembaga itu tidak ada izin. Itu setelah dicek pihaknya.

Baca Artikel Lainnya … 

RUPS Tahunan Telkomsel Tetapkan Dua Direksi Baru

 

Termasuk ada informasi bahwa Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) nya ada izin, ternyata tidak ada. “Kita cek Ndak ada,” tegasnya. Begitu pula izin Madrasah, MI dan MTS tidak ada. Kalaupun ada anak-anak SMP dan SMA, tetapi itu dititip di salah satu tempat . Sehingga dipastikan secara formal tidak ada izin sama sekali lembaga tersebut. Sehingga menurut-nya jangan sampai dianggap ponpes.

Langkah Kemenag menyikapi hal ini, pihaknya mengimbau warga jangan cepat percaya, begitu dibilang ponpes. Warga harus memastikan apakah ada tidak izin Ponpes nya. Padahal untuk mendirikan ponpes itu ada syarat-syarat, yakni punya santri, asrama, masjid atau musholla, orang ditokohkan atau tuan guru. Kemudian ada kajian khusus kaitan dengan kitab Kuning. “Itu syarat formal mendirikan ponpes,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi mengatakan, bahwa pihaknya tengah menangani kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan di pondok tersebut. Sejauh ini ada satu orang korban yang melapor. “Dan kami sudah periksa saksi-saksi,” tegasnya. Terkait pelaku sendiri, masih menghilang. Pihaknya tengah mencari atau memburu pelaku tersebut. (her)