Rektor Unram Resmi Kukuhkan Enam Guru Besar

0

Mataram (Suara NTB) – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. secara resmi mengukuhkan enam orang sebagai Guru Besar Tetap.

Keenam Guru Besar Tetap tersebut adalah Prof. Dr. Drs. Abdul Syukur, M.Si.; Prof. Dr. Ir. Lalu Sukardi, M.Si.; Prof. Dr. I Wayan Karta, MS.; Prof. Dr. Ir. Bulkaini, M.P.; Prof. Ir. Djoko Kisworo, M.Sc., Ph.D.; dan Prof. Dr. Dra. Darmiany, M.Pd. Pengukuhan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, pada Senin, 13 Mei 2024.

Rektor Unram Prof. Bambang Hari Kusumo saat mengukuhkan Guru Besar Tetap di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, pada Senin, 13 Mei 2024.
(Suara NTB/ist)

Prof. Dr. Drs. Abdul Syukur, M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bidang Ilmu Ekologi and Coastal Management dengan orasi ilmiah berjudul “Integrasi Ekowisata pada Sistem Ekologi Ekosistem Pesisir untuk Keberlanjutan Ekonomi Masyarakat Lokal di Pesisir Pulau Lombok”.

Prof. Dr. Ir. Lalu Sukardi, M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian Bidang Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian dengan orasi ilmiah berjudul “Percepatan Regenerasi dan Digitalisasi Pertanian: Suatu Keniscayaan untuk Mengoptimalkan Nilai Ekonomi Lahan dan Mempertahankan Eksistensi Pertanian”.

Prof. Dr. I Wayan Karta, MS. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan orasi ilmiah berjudul “Implementasi Asesmen Otentik dalam Pembelajaran Paradigma Baru untuk Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Peserta Didik”.

Prof. Dr. Ir. Bulkaini, M.P. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan Bidang Ilmu Produksi Ternak dengan orasi ilmiah berjudul “Inovasi Teknologi Peningkatan Skor Marbling dan Keempukan Daging Sapi Bali untuk Mendukung Pengembang Wisata Kuliner di Pulau Lombok”.

Prof. Ir. Djoko Kisworo, M.Sc., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan Bidang Ilmu Teknologi Pengolahan Hasil Ternak dengan orasi ilmiah berjudul “Peran dan Tantangan Pengembangan Produk Pangan Fungsional Berbasis Olahan Hasil Ternak”.

Prof. Dr. Dra. Darmiany, M.Pd. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling dengan orasi ilmiah berjudul “Experiential Learning to Improve Academic Behaviour”.

Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan selamat atas nama civitas akademika Unram kepada keenam Guru Besar Tetap dan keluarga yang hadir pada pengukuhan tersebut dan menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukanlah akhir dari segalanya.

“Kita menyadari bahwa pengukuhan Guru Besar ini bukanlah akhir dari segalanya, bukan akhir dari karya, bukan pula akhir dari perjalanan bapak-ibu yang sudah meraih Guru Besar. Pengukuhan Guru Besar ini merupakan awal bagi Bapak-Ibu untuk berkarya yang lebih besar sesuai dengan tugas masing-masing demi bangsa dan negara, serta demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Prof. Bambang.

Rektor Unram tersebut dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa jumlah Guru Besar Unram terus meningkat. Sebelum tahun 2021 Guru Besar berjumlah 54, dan pada tahun 2024 Unram memiliki hampir 100 orang Guru besar yaitu 97 orang.

Prof. Bambang kemudian menjelaskan bahwa pertambahan Guru Besar di Unram merupakan salah satu contributor dalam capaian Unram menjadi universitas terbaik di urutan 19 menurut QS World University Ranking.

“Dengan bertambahnya jumlah Guru Besar ini juga merupakan kontributor utama mengapa Unram saat ini bisa berada pada rangking 19 PTN Terbaik di Indonesia menurut QS World University Ranking. Menariknya dari 19 PTN terbaik tersebut hanya tiga universitas yang berada di Indonesia bagian timur, yaitu Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Udayana (Unud), dan Unram,” pungkas Prof. Bambang.

Unram saat ini terus mendorong empat program utama dalam rangka menyetarakan posisinya dengan universitas-universitas maju di Indonesia maupun menuju universitas yang berbasis riset berdaya saing internasional melalui percepatan akreditasi unggul, program pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), menuju World Class University, dan PTN-BH. (ron/*)