Perselisihan Warga Rembitan dan Meninting Mempengaruhi Usaha dan Pariwisata Senggigi

0

Giri Menang (Suara NTB) – Keributan yang terjadi antara warga Desa Rembitan, Lombok Tengah dan Desa Meninting Lombok Barat berdampak langsung terhadap usaha dan pariwisata Senggigi. Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Suhermanto, mengungkapkan kekhawatirannya atas situasi yang terjadi.

Sejak keributan meletus, suasana di Senggigi, apalagi dengan beredarnya informasi untuk tidak melintas dari dan ke Senggigi pada jam – jam tertentu.

“Kondisi ini sangat merugikan bagi para pengusaha,” ujar Suhermanto, Senin, 13 Mei 2024. Senggigi merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan sedang bersiap menyambut MotoGP 2024.

“Kita memiliki destinasi wisata utama, Senggigi, dan tiga gili di Lombok Utara untuk menunjang kegiatan di Mandalika. Saat ini kita sedang terus berbenah untuk bangkit. Terutama Senggigi, pasca gempa dan pandemi covid-19,” ujarnya. Lebih lanjut, Suhermanto menekankan bahwa situasi ini harus segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan mengganggu pemulihan pariwisata di Lombok.  Semua pihak dirugikan, kegiatan usaha pariwisata langsung terganggu.

“Pasca kejadian, tamu – tamu ke Senggigi langsung sepi. Pelaku usaha pariwisata sudah banyak menanyakan kondusifitas Senggigi ke saya. Jadinya kan orang khawatir,” tambahnya. Dampak keributan ini tidak hanya dirasakan di Senggigi, tetapi juga di kawasan wisata selatan Lombok. Karena itu, sebagai pengusaha, ia prihatin dan menyayangkan peristiwanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Pj. Bupati Lombok Barat, H. Muhammad Ilham yang berjanji untuk mengawal proses hukum untuk penyelesaian persoalannya. Suhermanto juga mengapresiasi langkah cepat aparat menangani persoalan ini. Harapannya, proses hukum lebih cepat dilaksanakan untuk mengurai benang merahnya.

“Kita berharap masyarakat di Rembitan, begitu juga di Menining supaya kejadian ini tidak diperpanjang. Karena dampaknya cukup besar, semua kita merasakannya,” imbuhnya. Terganggunga kondusifitas daerah menurutnya menjadi pengingat bahwa keamanan dan stabilitas merupakan faktor kunci dalam pengembangan pariwisata.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kondusifitas dan memastikan wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke Lombok. Berdasarkan laporan Polisi, pada hari Jumat  tanggal 10 Mei 2024 pukul 23.00 Wita terjadi Keributan di Dusun Montong Buwuh Desa Meninting  Kecamatan Batu Layar.

Kronologis kejadian, seorang warga Meninting diserempet sepeda motor dari arah utara. Pengendara kemudian ditegur warga, karena diduga mengeluarkan kata kata yang tidak pantas. Pengendara yang berasal dari Desa Rembitan tersebut kemudian menyampaikan peristiwa tersebut kepada keluarganya. Beberapa lama kemudian, sejumlah orang menggunakan kendaraan truk datang ke lokasi yang mengakibatkan keributan pecah. (bul)