Penutupan PMI ke Malaysia Tak Berpengaruh di Mataram

0

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram mengklaim penutupan pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia, dinilai tidak berpengaruh siginfikan terhadap masyarakat. Pasalnya, ibukota provinsi NTB bukan sebagai lumbung pekerja migran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan menerangkan, pihaknya telah menerima surat dari pemerintah pusat perihal kebijakan dari Pemerintah Malaysia menutup atau berhenti menerima pekerja migran asal Indonesia.

Kebijakan Pemerintah Malaysia itu hanya ingin menertibkan secara administrasi pekerja migran yang berada di Malaysia. Hal ini dipicu banyaknya PMI ilegal yang masih berada di negeri Jiran tersebut. “Iya, memang ada surat kita terima alasan Pemerintah Malaysia mau menertibkan administrasi PMI yang berada di Malaysia,” terang Rudi.

Meskipun demikian, pihaknya tetap memproses administrasi yang telah masuk sampai bulan Mei. Selanjutnya, masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemerintah Malaysia. Rudi menyebutkan, data PMI Kota Mataram yang akan berangkat ke Malaysia mulai bulan Januari-Mei 2024 mencapai 135 orang. “Totalnya terus bertambah, tetapi terakhir 135 orang,” sebutnya.

Penutupan atau pemberhentian pengiriman PMI ke Negeri Jiran Malaysia dinilai tidak berpengaruh signifikan, karena Kota Mataram dinilai bukan sebagai lumbung pekerja migran.

Di samping itu, warga Kota Mataram juga banyak yang memilih bekerja ke Hongkong, Singapura, Taiwan, Jepang, dan negara lainnya. “Sekarang yang tujuan favorit malah Taiwan dan Singapura,” sebutnya. (cem)