Pelaksanaan PON, Semua Daerah di NTB Disiapkan Jadi Lokasi

0

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB dan NTT sudah ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028 mendatang. Sebagai tuan rumah, lokasi pelaksanaan PON tidak hanya dipusatkan di Pulau Lombok, namun juga akan digelar di kabupaten/kota yang ada di Pulau Sumbawa.

Demikian disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB H. Mori Hanafi, ditemui usai pembukaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI NTB di Mataram, Selasa, 14 Mei 2024.

Mori menjelaskan jika pada Rakerprov ini lebih difokuskan untuk menyusun rencana kerja tahun 2028. Namun, di sela rapat, pihaknya juga akan membahas persiapan dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2026 mendatang.

“Porprov 2026 desainnya agak berbeda, karena Porprov 2026 nanti usulan KONI itu tidak satu tuan rumah. Kalau kemarin masih 1 tuan rumah, yaitu Kota Mataram, besok semua kabupaten/kota menjadi tuan rumah,” ungkap anggota DPR RI terpilih dari Partai Nasdem ini.

Dalam Porprov 2026, ujarnya, akan dipertandingkan 54 cabang olahraga (cabor) dari 35 cabor yang dipertandingkan pada Porprov sebelumnya. Dari pelaksanaan Porprov di seluruh kabupaten/kota sebagai NTB ini, ujarnya, akan diketahui seperti apa kesiapan pemerintah kabupaten/kota, sehingga ketika pelaksanaan PON tiba, panitia di daerah sudah siap.
*Porprov itu adalah ajang persiapan daripada masing-masing kabupaten/kota untuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik tahun 2028. Jadi supaya mereka lebih terlatih dalam melakukan persiapan,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, kabupaten/kota yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan PON 2028 berdasarkan potensi atlet di daerah tersebut. Tujuannya, agar pembangunan venue olahraga di daerah ini tidak terbengkalai dan bisa dimanfaatkan untuk pembinaan dan lokasi pertandingan.

“Misalnya, Kota Bima perencanaannya voli indoor dan panjat tebing. Kota Mataram ada menembak, kemudian di Dompu nanti ada surfing, karena pantai Lakey adalah pantai terbaik untuk selancar.

Kabupaten Sumbawa dengan panahan, Porprovnya di Sumbawa, PON-nya juga nanti di Sumbawa. Kita juga harus berpikir ke depan, jangan sampai venue yang dibangun menjadi terbengkalai,” terangnya.

Pada bagian lain, pihaknya sekarang ini sedang mempersiapkan diri menghadapi PON yang akan berlangsung di Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Aceh. Sebanyak 261 atlet sedang mengikuti pemusatan latihan daerah (pelatda) di Kota Mataram dan beberapa daerah.

Pihaknya juga berusaha menutupi kekurangan biaya pelatda hingga keberangkatan ke Sumut dan Aceh. Salah satunya dengan berjualan merchandise KONI NTB dan terus menjalin kemitraan dengan pengusaha atau pelaku usaha agar bisa mendukung kontingen NTB pada PON mendatang.

Hal senada disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., yang siap memberikan dukungan pada kontingen NTB pada PON mendatang. Menurutnya, dalam PON ini tidak bisa hanya KONI saja yang diberikan beban, namun dunia usaha, pelaku usaha memiliki peranan penting.

Bahkan, pemerintah provinsi, dan juga kabupaten/kota yang merupakan asal atlet harus memberikan dukungan, karena atlet-atlet ini akan membawa nama baik daerah di level nasional. Khusus untuk Pemprov NTB, ujarnya, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam membahas kekurangan biaya pemberangkatan kontingen NTB ke Aceh dan Sumut.

“Tadi saya sampaikan, walau daerah kita kecil, tapi untuk prestasi olahraga raksasa. Artinya, sekarang berada di 9 besar, kemudian terobsesi 7 besar secara nasional, dengan fiskal yang relatif terbatas. Dulu tentu sebuah perjuangan yang besar. Karena apapun yang namanya olahraga pasti harus ditopang oleh anggaran yang memadai,” terangnya.

Pj Gubernur juga yakin bupati/walikota akan memiliki spirit yang sama, apalagi ada atlet-atlet dari daerah masing masing, sehingga pasti akan memperhatikan atlet-atletnya untuk bisa berprestasi yang sebaik-baiknya.

Pj Gubernur juga mendukung upaya KONI NTB dalam menggalang dana dengan menjual merchandise. Dalam hal ini, pihaknya akan minta pada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadikan oleh-oleh kalau pergi ke Jakarta.

“Bawa merchandise PON, maka pimpinan OPD wajib membeli merchandise olahraga dalam cukup memadai untuk dibawa sebagai suvenir bagi tamu-tamu. Kemudian tidak salah sejak dari sekarang ada demam PON, di mana mana berpakaian PON dan merupakan bagian dari sosialisasi sekaligus membangkitkan gairah dan semangat. Ini bentuk dukungan pada dunia olahraga dan atlet atlet yang akan berjuang,” ujarnya. (ham)