Dikbud Lotim Larang Siswa Pelesiran Rayakan Kelulusan

0

Selong (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur (Lotim) melarang siswa pada satuan pendidikan tingkat taman kanak-kanak, Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam rangka merayakan kelulusan. Disarankan kegiatan perayaan perpisahan di sekolah saja.

“Tidak ada istilah pelesiran-pelesiran,” ungkap Kepala Dinas Dikbud Lotim, Izzuddin menjawab Suara NTB di Pendopo Bupati Lotim, Senin, 13 Mei 2024.

Menurutnya, momentum perpisahan disarankan diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat untuk siswa. Antara lain dengan menampilkan kreativitas siswa saat seremoni acara perpisahan.

“Itu jauh lebih bermanfaat daripada ke sana ke mari yang risikonya, bahayanya. Siapa yang akan bertanggung jawab nanti?” tegas Izzuddin.

Larangan pelesiran ini karena diketahui pasti akan mengeluarkan biaya. Siswa yang lulus dari TK ke SD dan lulusan SD masuk SMP ini pasti besar, biaya membeli baju, beli sepatu, buku dan perlengkapan siswa lainnya.

Saat pelaksanaan pendidikan dasar wajib sembilan tahun ini diharapkan tidak terlalu dibebani dengan biaya-biaya lain, sehingga, daripada mengeluarkan biaya untuk hal yang kurang perlu lebih baik biaya pelesiran digunakan untuk mempersiapkan jenjang pendidikan anak didik yang lebih tinggi.

Termasuk seremoni wisuda yang ada di satuan pendidikan juga diminta Dikbud untuk diberhentikan, karena memberatkan wali murid.

Diakui memang ada sebagian wali murid yang minta pelesiran atau wisuda. Akan tetapi, banyak wali murid ini yang mau mengeluarkan biaya yang kurang perlu tersebut. “Hanya sebagian saja, jangan sampai mengorbankan wali murid yang tidak punya kemampuan dan kalau ada yang bersikeras nanti kita akan evaluasi,” tegasnya kembali.

Jika sekadar kunjungan wisata ke tempat-tempat yang tidak jauh dari rumahnya, ujarnya, tidaklah menjadi soal. Menurutnya, yang dikhawatirkan adalah bepergian jauh sampai keluar daerah, sehingga membuat banyak biaya yang harus dikeluarkan. (rus)