Pergantian Direktur PT GNE Lewat RUPS

0

Mataram (Suara NTB) – Direktur Utama (Dirut) PT. Gerbang NTB Emas (GNE) SH sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeboran air tanpa izin di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ditetapkannya SH sebagai tersangka ini mengharuskan dilakukan pergantian, sehingga operasional perusahaan berjalan lancar.

Meski demikian, menurut Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., didampingi Pj Sekda NTB Ibnu Salim, S.H.., M.H., pergantian posisi SH harus melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS akan dilakukan dalam waktu dekat ini untuk memilih jajaran direksi baru, karena masa jabatan direksi yang ada sekarang ini selesai pada bulan Juni.

Pj Sekda NTB Ibnu Salim menambahkan, jika mekanisme RUPS ini nanti akan dipergunakan sebagai ajang seleksi untuk mencari direksi baru. “RUPS ini langsung sebagai panselnya (panitia seleksi), karena sudah ada aturan-aturan pergantian,” katanya saat ditemui usai menghadap Pj Gubernur NTB H. Lalu Gita Ariadi di Pendopo Gubernur NTB, Senin, 13 Mei 2024.

Meski status SH sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda NTB, kegiatan usaha di BUMD milik Pemprov NTB ini tetap berjalan seperti biasa.
Sebelumnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direstrimsus) Polda NTB sudah menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT. Gerbang NTB Emas (GNE) SH., sebagai tersangka kasus pengelolaan sumber daya air di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

SH., bersama Direktur PT. BAL WJM diduga melanggar Pasal 70 Huruf D Jo Pasal 9 ayat (2) UU nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 68 Huruf A dan B serta Pasal 69 Huruf A dan B UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air Jo Pasal 56 ke 2 KUHPidana.

SH bersama WJM ditetapkan sebagai tersangka atas operasional penyediaan air bersih di Gili Trawangan yang tidak sesuai izin, yakni penyulingan air laut menjadi air bersih. PT. BAL sebagai pihak ketiga yang bekerja dengan PT. GNE menyediakan air bersih melalui pengeboran air tanah secara ilegal. Selain itu, jaksa peneliti telah menyatakan berkas perkara dua tersangka sudah dinyatakan lengkap atau P-21. (ham)