Sosialisasikan Prodi ke Kepsek Se-Pulau Lombok, Universitas Terbuka Mataram, Kampus Negeri Berbiaya Murah dengan Sistem Kuliah Fleksibel

0
Direktur UT Mataram, Heriyanto, Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Universitas Terbuka (UT) Mataram menggelar Sosialisasi Program Studi (Prodi) kepada seluruh kepala SMA sederajat se-Pulau Lombok di Aula UT Mataram, pada Rabu, 8 Mei 2024. Kegiatan ini sebagai upaya menyosialisasikan UT Mataram sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan sistem perkuliahan yang fleksibel, mahasiswa bisa berkuliah sambil bekerja di mana pun. Perkuliahan di UT Mataram juga berbiaya murah dan sangat terjangkau.

Direktur UT Mataram, Heriyanto, S.IP., M.M., menyampaikan, kegiatan ini sebagai upaya pihaknya memperkenalkan UT kepada lulusan SMA sederajat melalui kepala sekolah. Pihaknya mengundang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. “Agar mereka mendapatkan informasi yang dapat memperjelas atau membantu anak-anak kita agar mempunyai pilihan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi setelah lulus SMA,” ujarnya.

Foto bersama Direktur UT Mataram, Kepala Dinas Dikbud NTB, dan para kepala SMA sederajat saat Sosialisasi Program Studi (Prodi) UT Mataram kepada seluruh kepala SMA sederajat se-Pulau Lombok di Aula UT Mataram, pada Rabu, 8 Mei 2024.(Suara NTB/ist)

Pihaknya berharap informasi tentang UT tersampaikan kepada para siswa yang baru lulus atau setelah lulus, sehingga bisa menjadi acuan bagi lulusan SMA untuk memilih perguruan tinggi. Apalagi UT memiliki sejumlah keunggulan dibanding perguruan tinggi lainnya. UT adalah perguruan tinggi negeri yang menganut sistem pembelajaran fleksibel.

“Sangat berbeda dibandingkan perguruan tinggi konvensional di Indonesia,” ujar Heriyanto.

UT tidak membatasi usia seseorang untuk berkuliah. UT juga tidak membatasi apakah seseorang sudah bekerja atau tidak bekerja. Bagi yang sudah bekerja, berkuliah di UT tidak akan mengganggu pekerjaannya karena seseorang bisa berkuliah secara jarak jauh.

Penyerahan cendera mata oleh Direktur UT Mataram, Heriyanto (kanan) kepada Kepala Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqan.(Suara NTB/ist)

“Dari sistem pembelajaran, boleh di mana saja dia belajar, tidak membatasi umur masuk UT, tidak membatasi dia sudah bekerja atau tidak. Jadi seperti slogan kami: ‘kuliah oke, kerja oke’. Mahasiswa tidak harus datang ke kampus, karena kami menggunakan sistem digital,” ungkapnya.

Keunggulan lainnya berkuliah di UT yaitu biaya yang termasuk murah. Apalagi UT merupakan kampus negeri dengan biaya murah. Biaya pendidikan yang relatif terjangkau dan tanpa uang pembangunan.

Para kepala SMA sederajat saat mengikuti Sosialisasi Program Studi (Prodi) UT Mataram kepada seluruh kepala SMA sederajat se-Pulau Lombok di Aula UT Mataram, pada Rabu, 8 Mei 2024.(Suara NTB/ist)

“Biaya kuliah di UT termasuk murah dengan status perguruan tinggi negeri. Akreditasi cukup bagus karena sudah diakui internasional. Saya berharap masyarakat NTB bisa menggunakan fasilias yang kita sediakan untuk pendidikan lebih tinggi,” ujar Heriyanto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., hadir dalam sosialisasi itu. Menurut Aidy, kegiatan sosialisasi UT Mataram ke kepsek merupakan tindak lanjut dari kerja sama atau MoU antara Dikbud NTB dengan UT Mataram. Kehadiran UT Mataram, menjadi jawaban untuk kebutuhan anak yang ingin melanjutka pendidikan tinggi tapi kesulitan kuliah secara reguler.

Para kepala SMA sederajat saat mengikuti Sosialisasi Program Studi (Prodi) UT Mataram kepada seluruh kepala SMA sederajat se-Pulau Lombok di Aula UT Mataram, pada Rabu, 8 Mei 2024.(Suara NTB/ist)

Aidy juga dalam kesempatan itu menayangkan video sejumlah anak yang mengalami kesulitan ekonomi. Banyak siswa di NTB butuh bekerja untuk membantu orang tuanya, tetapi mereka juga butuh menyelesaikan pendidikan.

“Kerja sama dengan UT Mataram sebagai upaya saya meningkatkan rata-rata lama melanjutkan pendidkan, bukan hanya rata-rata lama sekolah,” ungkap Aidy.

Menurut Aidy, UT Mataram adalah salah satu lembaga pendidikan tinggi negeri yang memberikan kesempatan kepada anak-anak lulusan SMA yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Para kepala SMA sederajat saat mengikuti Sosialisasi Program Studi (Prodi) UT Mataram kepada seluruh kepala SMA sederajat se-Pulau Lombok di Aula UT Mataram, pada Rabu, 8 Mei 2024.(Suara NTB/ist)

“Semakin banyak anak lulusan SMA yang memilih bekerja setelah lulus. Dia tidak berpikir mendapatkan pendidikan tinggi, karena harus meninggalkan tempat bekerja. UT adalah salah satu lembaga formal negeri, memberikan kemudahan dan kesempatan anak-anak kita untuk menempuh pendidikan lebih tinggi dengan berbiaya murah dan perkuliahan yang fleksibel,” ujar Aidy.

Aidy mendorong kepala sekolah untuk menyosialisasikan UT. Bahkan ia meminta sekolah menginventarisasi siswa yang memang mau melanjutkan pendidikan tinggi. Apalagi, pihaknya juga telah mengembangkan SMA Terbuka. Ke depan, SMA Terbuka bisa dikoneksikan dengan UT Mataram. Berbagai hal ini dilakukan sebagai upaya pihaknya untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

“SDM ke depan harus SDM unggul, karena sudah ada MoU saya dengan Kemendikbudristek, ada janji dengan Kemendikbudristek untuk meningkatkan SDM, salah satunya dengan kerja sama bersama UT ini,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga menyambut baik sosialisasi ini. Kepala SMKN 1 Gerung, Hj. Erni Zuhara, M.Pd., mengatakan, UT Mataram sebagai solusi bagi anak-anak yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Terlebih lagi, ada kecenderungan lulusan SMK setelah lulus harus bekerja. Dengan adanya UT, para lulusan SMK bisa bekerja sekaligus berkuliah karena kemudahan sistem perkuliahan di UT Mataram.

Di samping sistem perkuliahan yang fleksibel, biaya kuliah UT Mataram yang relatif terjangkau juga memberikan kemudahan bagi siswa untuk berkuliah.

“Karena memang kenyataan siswa kami di SMKN 1 Gerung, hampir 62 persen dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah, mereka mengalami kendala finansial untuk melanjutkan ke pergurua tinggi. Insyaallah setelah sosialisasi ini, saya segera menghubungi humas untuk menyosialisasikan kuliah di UT Mataram,” pungkas Erni.

Sosialisasi mengenai perkuliahan dan program studi di UT Mataram disampaikan oleh Manajer Marketing dan Registrasi UT Mataram, Muhammad Irwan Ardiansyah, M.Kom. Para kepala sekolah juga diajak berkeliling untuk melihat fasilitas yang ada di kampus UT Mataram yang berada di Jalan Dr. Soedjono nomor 78, Kota Mataram.

Sebagai gambaran, UT adalah perguruan tinggi negeri ke-45 yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 4 September 1984. UT memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Eknomi (FE), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Faskultas Sains dan Teknologi (FST), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Program Pascasarjanaa. Dengan akreditasi perguruan tinggi B dan akreditasi prodi A dan B. (ron/*)