Musyafirin Bertemu Rohmi, Jajaki Peluang Berpasangan di Pilkada NTB

0

Mataram (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), HW Musyafirin terus bergerak membangun komunikasi politik dengan sejumlah tokoh yang juga digadang-gadang akan maju sebagai calon kepala daerah. Komunikasi politik yang dia bangun tersebut dalam rangka penjajakan untuk menjadi pasangan calon di Pilkada NTB 2024.

Pada Kamis, 9 Mei 2024, Musyafirin diketahui bertemu dengan politisi partai Perindo, Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Pertemuan kedua tokoh tersebut tidak jauh-jauh membahas terkait dinamika politik pilkada NTB. Terutama penjajakan peluang mereka berpasangan sebagai Calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur di Pilkada NTB 2024.

Baca Artikel Lainnya …

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

 

“Ya tadi silaturahmi dengan ibu Rohmi di Pancor, pembicaraan seputar dinamika (politik pilkada) lah. Kita bicarakan itu juga (Rohmi-Musyafirin), karena memang itu situasi (politik) yang harus kita bahas,” ujar Musyafirin saat dikonfirmasi pada Kamis, 9 Mei 2024 di Mataram.

Diungkapkan politisi PDIP itu bahwa secara pribadi dia dengan Rohmi memiliki kecocokan. Hanya saja untuk menjadi pasangan calon di Pilkada, mereka bersepakat untuk melihat tingkat elektabilitas masing-masing yang sedang diukur melalui survei elektoral.

“Kita sepakat untuk menunggu hasil survei kurang lebih dalam 10 hari ke depan akan keluar, karena sekarang kita sedang dalam posisi survei. Nah hasil survei ini yang akan jadi rujukan kita, apakah kita turun lapangan atau tidak,” jelasnya.

Jika hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas masing-masing tidak cukup kuat untuk menjadi pasangan. Maka keduanya realistis untuk tidak akan memaksakan diri untuk tampil berpasangan sebagai Cagub dan Cawagub NTB 2024.

“Setelah ada survei baru akan kita ketemu lagi, kita sepakat lanjutkan (pasangan) apabila survei mendukung. Tapi kalau selisihnya sampai di atas 10 persen lebih baik kita mundur, ngapain kita paksakan. Survei paling lambat akhir bulan ini keluar,” ujarnya.

Diketahui Musyafirin sendiri selaku kader, sudah mengantongi rekomendasi dukungan dari PDIP. Namun hasil Pileg 2024, PDIP hanya mendapatkan 4 kursi di DPRD Provinsi NTB. Sehingga Musyafirin harus membangun koalisi dengan partai yang lain sampai mencukupi syarat pengusungan pasangan calon 13 kursi.

Oleh karena itu, Musyafirin selain menjajaki komunikasi politik dengan sejumlah figur yang berpeluang menjadi pasangannya. Ia juga akan mendaftar di sejumlah partai politik yang berpeluang menjadi koalisi pendukungnya.

“Kita sudah daftar secara online, di PKB, Insya Allah PPP juga, tapi memang belum saya kembalikan berkas. Kita masih sambil  menunggu survei ini, karena salah satu pertimbangan partai juga kan hasil survei, semua partai juga mau menang. Sehingga untuk menentukan pasangan kita juga harus lihat hasil survei,” jelasnya.

Sementara Rohmi sendiri sampai sejauh ini masih belum memutuskan dengan siapa dia akan berpasangan. Terakhir Rohmi sudah bertemu dengan Dr Zulkieflimansyah dan sepakat untuk melanjutkan duet Zul-Rohmi jilid 2. Akan tetapi sampai saat ini, peket pasangan tersebut masih belum final sepenuhnya karena parpol masing-masing belum mengeluarkan rekomendasi dukungan. (ndi)