Hasil Survei Jadi Rujukan Demokrat NTB Putuskan Arah Dukungan di Pilkada

0

Mataram (Suara NTB) –  DPD Partai Demokrat NTB sudah menerima pendaftaran empat bakal calon Gubernur NTB 2024. Selanjutnya Demokrat NTB akan menyampaikan nama-nama kandidat tersebut ke DPP untuk kemudian diberikan surat tugas sebagai bakal calon.

Alhamdulillah Partai Demokrat cukup mendapatkan atensi luar biasa, sudah empat tokoh yang mendaftar. Pertama Lalu Muhammad Iqbal, Dr Zulkieflimansyah, Lalu Gita Aryadi dan Pathul Bahri. Mereka mendaftar sebagai calon Gubernur, kalau wakil belum ada,” ujar Andy Mardan selaku Ketua Satgas Pilkada Demokrat NTB.

Baca Artikel Lainnya …

Disalurkan Sesuai Ketentuan, 48 Ribu Kiloliter Pertalite Sudah Tersalur di NTB

 

Dijelaskan Andy bahwa pihaknya di DPD Demokrat NTB hanya bertugas untuk melakukan penjaringan. Sementara untuk proses selanjutnya sampai penerbitan rekomendasi dukungan semua ada di DPP Demokrat.

“Dalam PO (peraturan organisasi) tugas kami hanya menjaring, kemudian nanti prosesnya kita melakukan pemaparan di DPP, menyampaikan sekian banyak tokoh yang potensial. Kami antar ke DPP Demokrat lalu nanti akan di daftarkan ke Majelis Tinggi,” jelas Andy Mardan.

Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah inipun menjelaskan bahwa pihaknya akan mengirimkan pengajuan surat tugas ke DPP. Setelah terbit surat tugas, maka para bakal calon bisa langsung melakukan sosialisasi menggunakan lambang Partai Demokrat.

“Minggu depan ini akan mengajukan surat tugas, berlaku 1 bulan, untuk mereka sosialisasi, dan boleh menggunakan logo partai, dan untuk mereka melakukan penjajakan koalisi. Setelah surat tugas ini DPP akan melakukan survei,” ungkapnya.

Sembari menunggu proses survei tersebut, pihaknya juga akan jalan melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol untuk penjajakan koalisi. Sebab Partai Demokrat di NTB tidak bisa mengusung sendiri pasangan calon.

“Baik kandidat maupun kami secara kepartaian, tetap lakukan komunikasi politik, paling utama itu di KIM (Koalisi Indonesia Maju), tapi kami juga terbuka. Sampai sejauh ini belum ada yang mengerucut koalisi,” pungkasnya. (ndi)