Geledah Kantor Perusda Kapoda Rawi, Kejaksaan Sita Sejumlah Dokumen

0

Dompu (Suara NTB) – Kantor Perusda Kapoda Rawi Dompu  di Wisma Praja Dompu Jalan Soekarno – Hatta Dompu digeledah tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, Selasa, 7 Mei 2024. Sejumlah barang dan dokumen berhasil disita untuk kepentingan penyidikan.

Proses penggeledahan Kantor Perusda Kapoda Rawi ini ikut disaksikan oleh Direktur Perusda dan beberapa pengurusnya. Penggeledahan itu sendiri dilakukan untuk melengkapi alat bukti. Sebelum penggeledahan, pada Jumat, 3 Mei 2024, Ketua Dewan pengawas Perusda dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi.

Kasi Intel Kejari Dompu, Joni Eko Waluyo yang juga sebagai ketua tim penyidik kasus Perusda Kapoda Rawi Dompu yang dikonfirmasi Rabu, 8 Mei 2024 mengakui sejumlah dokumen dan barang berhasil disita pihaknya dalam proses penggeledahan kantor Perusda Kapoda Rawi Dompu Selasa. Dokumen dan alat yang disita, terkait perkara yang diselidiki.

“Yang kami sita terkait dokumen dan benda yang terkait dengan perkara kasus pengelolaan dana penyertaan modal Perusda Kapoda Rawi tahun 2007 sampai 2023. Dokumen ini masih kami pelajari dan analisa untuk kepentingan penyidikan,” kataanya.

Dikatakan Joni, hingga saat ini sudah 15 orang saksi yang dimintai keterangan terkait kasus Perusda Kapoda Rawi Dompu. Terakhir ketua Dewan pengawas Perusda, Jumat kemarin telah dimintai keterangan terkait tugas dan fungsinya.

Kendati sudah memeriksa sejumlah saksi dan menemukan bukti permulaan yang cukup, Joni mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan terksangka. “Belum (ada penetapan tersangka),” kata Joni.

Perusda Kapoda Rawi Dompu mengelola sejumlah kekayaan daerah yang dipisahkan. Seperti sarang walet Nangadoro, Wisma Praja Dompu, Wisma Dompu di Mataram, gedung Samakai Dompu, dan SPBU Manggelewa. Tapi dalam perjalanannya, gedung Samakai Dompu diambil kembali oleh daerah dan dikelola langsung oleh Pemda.

Pengelolaan SPBU Manggelewa, Perusda awalnya diberi penyertaan modal sebesar Rp.10 M dan pada tahun 2016/2017 Pemda Dompu kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp.9 M ke Perusda Kapoda Rawi untuk stabilisasi harga jagung. Namun hingga saat ini, Perusda tidak pernah menyetorkan keuntungan dan selalu melaporkan merugi dari usahanya. Sementara untuk kegiatan stabilisasi harga jagung justru menjadi temuan BPK lantaran beberapa tidak bisa dipertanggungjawabkan. (ula)