Loteng Tuan Rumah IPAC 2024 Seri 1, NTB Diwakili Dua Penerjun

0

Praya (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah seri pembuka ajang International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2024. Event internasional yang bakal diikuti puluhan pilot (penerjun) tersebut akan digelar di kawasan Sky Lancing Lombok, Desa Mekarsari Kecamatan Praya Barat, mulai Sabtu hari ini. NTB sendiri mengirim dua wakilnya pada ajang dunia ini.

“Total peserta yang terdaftar sebanyak 48 pilot,” sebut Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Loteng Roy Rahmanto, kepada Suara NTB, Jumat, 10 Mei 2024. Dua diantaranya berasal dari Rumania serta Malaysia. Dengan NTB diwakili dua pilot, Soni Ade Hermawan dan Yaser Arafat.

Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi daerah yang mengirim wakil paling banyak. Sebanyak 21 pilot. Diikuti kemudian Provinsi Jawa Tengah dengan 10 pilot. “Ajang ini direncanakan berlangsung selama 4 hari. Mulai tanggal 10 sampai 14 Mei 2024 mendatang. Dengan 12 round yang direncanakan,” terang Roy.

Sejauh ini persiapan lokasi, administrasi serta lainnya sudah hamper rampung. Bahkan, para pilot sudah mulai menggelar latihan resmi pada Jumat sore. Jalannya latihan sendir berjalan lancer. Berkat kondisi angin yang sangat mendukung.

Ia menjelaskan, IPAC merupakan kejuaraan paralayang kelas dunia yang diselenggarakan di Indonesia. Sama dengan ajang Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC), IPAC juga mengukur ketepatan mendarat sebagai dasar penilainnya. Di mana tahun ini IPAC akan digelar sebanyak lima seri. Setelah seri pertama di Loteng, seri kedua akan digelar di Banyuwangi, Jatim. Bergeser kemudian ke Kota Baru Kalimanatan Selatan (Kalsel), Kota Batu Jatim dan terakhir di Tinombo Sulawesi Tengah (Sulteng).

Peserta IPAC sendiri tidak banyak. Karena memang IPAC hanya diikuti atlet paralayang nasional dan dunia saja. Setiap poin yang diperoleh selama IPAC, bagi atlet nasional itu ada dua manfaatnya. Menambah poin rangking nasional sekaligus poin untuk rangking dunia.

“Jadi peserta yang ikut pada ajang IPAC ini rata-rata atlet PON semua. Karena selain mengejar poin rangking dunia, mereka juga mengejar rangking nasional,” terangnya. Nanti diakhir seri yang terbaik akan menjadi wakil Indonesia di kejuaraan dunia tahun 2025 yang direncanakan di gelar di Korea Selatan. (kir)