Moment Penghargaan Paritrana Award 2024 di NTB Dua Ahli Waris Terima Manfaat Kepesertaan Sebesar Rp332,4 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

0

Mataram (Suara NTB)-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat kepesertaan sebesar Rp332,4 juta lebih kepada dua ahli waris dalam rangkaian penghargaan Paritrana Award 2024 yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, Rabu (8/5/2024).

Manfaat kepesertaan diberikan sebesar Rp88 juta lebih kepada ahli waris Alm. Yos Sudarso karyawan dari PDAM Giri Menang. Dengan rincian, santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta, Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp45,6 juta, dan santunan Jaminan Pensiun (JP) berkala sebesar Rp393,5 ribu/bulan.

Ahli waris Alm. Muflihun, Karyawan Al Marik juga mendapatkan manfaat kepesertaan sebesar Rp244,3 juta. Terdiri dari santunan kematian Rp42 juta, santunan JHT Rp47,4 juta lebih. Santunan Jaminan Pensiun Lumpsum Rp19,8 juta. Dan beasiswa untuk dua orang anak total sebesar Rp135 juta.

Santunan secara simbolis diserahkan Pj. Sekda NTB, Ibnu Salim, bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali Nusa Tenggara Papua (BANUSPA) Kuncoro Budi Winarno dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Boby Foriawan.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Boby Foriawan mengucapkan belasungkawa kepada para ahli waris atas musibah yang menimpa keluarga. Menurutnya, negara sudah menyiapkan perlindungan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat pekerja rentan.

Hanya dengan mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan membayar iuran mulai dari Rp16.800 per bulan, peserta BPJS ketenagakerjaan mendapatkan perlindungan sosial berupa Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Kecelakan Kerja (JKK).

JKM adalah program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta jika peserta meninggal dunia karena sebab apapun. Besaran santunan JKM adalah Rp42 juta untuk setiap peserta (ahli waris). Dan biaya Pendidikan kepada dua orang anak hingga menempuh perguruan tinggi. biaya home care selama 1 tahun, dan program kembali bekerja.

Selain JKM, program perlindungan sosial lainnya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Program ini memberikan perlindungan dalam bentuk pelayanan kesehatan, rehabilitasi, santunan jika peserta mengalami kecelakaan kerja.

Selain itu, peserta BPJS Ketenagakerjaan juga dapat perlindungan sosial lainnya, seperti Jaminan Hari Tua (JHT), yaitu program yang memberikan manfaat berupa tabungan yang dapat diambil sebagian atau seluruhnya saat peserta berhenti bekerja.

“Jika terjadi kecelakaan kerja, sebagaimana manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran (premi) sangat kecil, Rp16.800 hingga Rp36.800 per bulan. Manfaat yang diterima peserta adalah jika mengalami kecelakaan kerja, ditanggung biaya perawatan medis tanpa batas sesuai kebutuhan rumah sakit. Berapapun besar biayanya, ditanggung,” paparnya.

Lanjut Boby, ketika negara sudah menanggung seluruh risiko yang muncul akibat kecelakaan kerja, tentunya, peserta BPJS Ketenagakerjaan akan terhindar dari risiko kemiskinan baru. Untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, bisa datang langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau mitra kerjasama serta melalui Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan.(bul)