Pelaku BUMDes di Lobar Dilatih Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Wisata

0

Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) kembali memberikan pelatihan pembekalan kepada para pelaku wisata di desa melalui pelatihan. Jika sebelumnya Dispar mengundang para kepala desa beserta kelompok sadar wisata (Pokdarwis), kini giliran para ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mengikuti pelatihan Tata Kelola Bisnis dan Pemasaran Destinasi Wisata.

Pelatihan ini juga bertujuan agar desa mampu lebih profesional dan berkualitas dalam mengelola bisnis dan pemasaran destinasi di desanya.

“Kita juga sudah memberikan pelatihan kepada para kepala desa, harapannya kebijakan kepala desa bisa mendukung terhadap kebijakan pariwisata daerah,” kata Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan di The Jayakarta Lombok Beach Resot & Spa, Senin, 6 Mei 2024.

Ia berharap dalam perencanaan penganggaran di desa, para kepala desa mampu melahirkan kebijakan yang berpihak terhadap pengembangan wisata yang disusun oleh BUMDes.

“Apa yang kita harapkan terhadap teman-teman BUMDes yang hadir sekarang ini untuk membangun bersama wisata desa kita dengan kepala desanya sudah konek, dan sudah ada persepsi dan pandangan yang sama sehingga mudah untuk kita ajak duduk bersama untuk menghasilkan sebuah keputusan bersama dengan kepala desa,” harapnya.

Pelatihan sendiri dibuka secara langsung oleh Pj Bupati Lobar M. Ilham. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa pariwisata membutuhkan banyak atensi, membutuhkan banyak dorongan semua pihak, baik para pelaku, pengelola pariwisata, dan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan jajarannya untuk meningkatkan kapasitas baik kepala desa, pengelola pariwisata dan BUMDes untuk bagaimana kita meningkatkan tatakelola pariwisata yang baik,” harap Ilham.

Selain menerima materi dari para narasumber, para peserta juga diajak studi lapangan ke Desa Wisata Sasak Ende di Sengkol, Pujut, Lombok Tengah. Selain melihat keunikan Desa Ende, para peserta juga mempelajari tata kelola bisnis dan pemasaran yang dilakukan oleh pengelola desa. Kegiatan lebih banyak dihabiskan untuk berdiskusi dan tanya jawab dengan pengelola desa.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Lobar, Irman Sumantri mengatakan, pihaknya sengaja memilih Desa Ende sebagai lokasi studi lapangan agar para pelaku wisata khususnya lembaga yang ada di desa memiliki komitmen yang kuat membangun desa wisatanya. Mengulang apa yang disampaikan Ketua Pokdarwis Desa Ende tadi, hal mendasar dalam membangun desa wisata adalah kemauan dan komitmen kuat dari masyarakat dan lembaga desa.

“Jangan kita hanya punya desa wisata namun tidak punya komitmen. Kemudian bagaimana kita membangun kolaborasi dengan stakeholder yang ada, baik dengan pemerintah, terutama dengan desa wisata tetangga. Jadi bila perlu kita bisa memasarkan desa wisata yang satu di tempat kita dan mungkin desa wisata lain akan bisa memasarkan desa kita juga,” terang Irman.

Ia juga berharap nantinya akan tercipta link and match antara kepala desa, pokdarwis, karang taruna, dan BUMDes agar pengembangan desa dapat lebih terarah dan berkembang.

Sementara itu, BUMDes Senteluk Mustajab mengapresiasi kegiatan ini. Menurut pengelola wisata kuliner di Pantai Tanjung Bias ini, program kegiatan semacam ini harus lebih sering dilaksanakan pemerintah. “Ini program yang bagus. Kita perlu kegiatan ini lebih sering dilaksanakan terutama seperti studi tiru dan lain sebagainya. Ini tidak hanya untuk perbaikan secara struktural tapi juga sebagai motivasi untuk mengelola desa kita masing-masing,” ungkapnya.

Senada dengan Mustajab, BUMDes Sekotong Barat Budiman berharap ada keberlanjutan dari kegiatan pelatihan ini. “Kami harap kontinuitas dari program ini dan jangan terlalu lama untuk tindak lanjutnya. Dari kemarin kita sudah dapat materi dari narasumber, disuntik semangat sama pak Heri (narasumber,red), hari ini kunjungan ke tempat yang luar biasa dari pengelolaan bisnis pariwisata. Saya lihat teman-teman sedang semangat, jangan sampai tunggu suasananya nyet (dingin,red),” kata Budiman.(Her)